TRIBUNJAKARTA.COM - Genangan dan truk yang terperosok membuat arus lalu lintas di kawasan Kembangan, Jakarta Barat macet total pada Jumat (20/2/2026) malam.
Imbas genangan di perempatan Puri Kembangan, Jakarta Barat, kemacetan mengular sampai radius 2 kilometer, bahkan sampai ke Jalan Pesanggrahan, Meruya Utara.
Tak hanya itu, kemacetan diperparah adanya truk yang terperosok ke selokan di kawasan Puri Kembangan, tepatnya dekat Brits Hotel Puri Indah, Kembangan, Jakarta Barat.
Truk tersebut belum juga dievakuasi sampai, Jumat (20/2/2026) malam.
Padahal, truk bermuatan 37 ton itu jeblos sejak Jumat pagi.
Macet horor itu membuat pengendara terjebak selama empat jam.
Warganet menyampaikan pengalaman kemacetan di Kembangan, Jakarta Barat melalui akun TikTok TribunJakarta pada Jumat (21/2/2026).
"Dari jam 4 sore sampe Cengkareng palem jam 8 malem," kata warganet Kokoh Wanda Dithiar Pratama.
Sedangkan akun @AnToN_89 menyebutkan kemacetan di wilayah itu sejak siang.
"Siang aja jam 1 sdh macet," tulisnya.
"Nah itu gua mau putar balik ke arah hotel neo aja, adakali 1 jam lebih..," tulis Den _ Bagus
"Macetnya Ampe Daan Mogot buset," tambah Ajeng.
Adapun badan truk tersebut memakan hampir setengah ruas jalan sehingga menyebabkan kemacetan parah sejak pagi hari.
Sejumlah warga tampak membantu mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.
Salah seorang warga, Adi, mengatakan truk tersebut sudah terperosok sejak subuh.
“Dari subuh sudah jeblos. Tadi pagi macetnya parah karena jalannya jadi sempit,” ujar Adi ditemui di lokasi.
Sementara itu, anggota Unit Lalu Lintas Polsek Kembangan, Aipda Zulkarnain, menjelaskan proses evakuasi terkendala beratnya muatan serta faktor keselamatan.
“Dari pagi sudah kita upayakan pakai derek besar Dishub, tapi tidak mampu. Crane juga sempat mau bantu, tapi ada kabel listrik di atas, takut tersengat listrik, itu bahaya,” kata Zulkarnain.
Ia menyebutkan, truk tersebut mengangkut keramik dengan total muatan sekitar 37 ton, belum termasuk berat kendaraan.
“Muatan sekitar 37 ton, itu belum termasuk berat kendaraannya. Jadi memang memberatkan untuk evakuasi,” jelasnya.
Petugas saat ini menunggu bantuan forklift berkapasitas sekitar 25 ton yang didatangkan dari wilayah Cengkareng untuk membantu proses pengangkatan.
“Kita tunggu forklift dari Cengkareng. Mudah-mudahan bisa segera berhasil dievakuasi malam ini,” kata dia.
Zulkarnain mengungkapkan, insiden bermula saat sopir truk diduga salah mengambil jalur setelah mengikuti arahan seorang pengendara motor yang tidak mengetahui kondisi jalan.
“Sopir mau arah Cengkareng, tapi salah jalan karena ikut arahan seseorang. Dia mau ambil kiri karena ada mobil dari depan mau keluar, akhirnya jeblos,” ujarnya.
Menurutnya, lokasi tersebut merupakan bekas galian sehingga kondisi tanah tidak cukup kuat menahan beban truk yang sangat berat.
“Kalau tidak cepat dievakuasi, kasihan masyarakat. Dampaknya tadi pagi sudah luar biasa. Semoga malam ini bisa kita selesaikan,” ujarnya.
Tak hanya truk terperosok, kemacetan diperparah dengan adanya genangan di perempatan Puri Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (20/2/2026).
Pantauan TribunJakarta.com pukul 20.30 WIB, kemacetan mengular sampai radius 2 kilometer, bahkan sampai ke Jalan Pesanggrahan, Meruya Utara.
Kendaraan menuju arah Cengkareng tampak nyaris tak bergerak.
Sejumlah pengendara motor terlihat memilih menepi dan beristirahat di depan Kantor Pemerintah Kota Jakarta Barat setelah terjebak macet selama berjam-jam.
Salah satu pengendara, Riski (26) mengaku kendaraannya hampir tidak bergerak saat berada di dekat lampu merah Puri Kembangan.
“Satu jam lebih cuma gerak berapa meter aja. Ampun dah parah bener ini macetnya," kata dia.
Hal senada disampaikan Fandi (30). Biasanya dia hanya menempuh perjalanan sekitar 50 menit untuk jarak kurang lebih 10 kilometer menuju Cengkareng.
Namun kali ini, ia sudah dua jam di perjalanan dan masih terjebak kemacetan.
“Biasanya cuma 50 menit. Ini yang bikin lama cuma di Puri, lampu sudah hijau berkali-kali tapi enggak gerak sama sekali hampir satu jam,” keluhnya.
Ia mengaku mendapat informasi dari media sosial bahwa penyebab kemacetan adalah genangan air di kolong jembatan Kembangan.
“Saya rasa memang titik itu terlalu rendah atau bagaimana. Biasanya setelah lewat situ sudah lancar,” katanya.
Fandi juga mempertanyakan sistem drainase di lokasi tersebut yang dinilai kerap menyebabkan banjir saat hujan deras.
“Memang semalam hujan deras, tapi entah sistem drainasenya kurang atau memang elevasinya rendah sehingga selalu banjir,” kata dia.
Kawasan Puri Kembangan memang menjadi salah satu lokasi langganan banjir di Jakarta Barat yang membutuhkan waktu lama untuk bisa kering.