Arti Dzahabazh Zhoma’u Wabtallatil ‘uruqu, Doa Buka Puasa sesuai Anjuran Nabi Muhammad saw
Fitri Wahyuni February 21, 2026 10:03 AM

BANGKAPOS.COM -- Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu merupakan potongan doa buka puasa sesuai anjuran Nabi Muhammad saw.

Doa buka puasa yang paling sering diamalkan yakni Allahumma laka sumtu wa bika aamantu.

Kedua bacaan tersebut boleh dilafadzkan saat buka puasa.

Baca juga: Jadwal Buka Puasa Kota Pangkal Pinang, Bangka, Belitung, dan Sekitarnya Hari Ini 21 Februari

Bahkan Ustadz Adi Hidayat mengingatkan, tidak ada masalah jika kita memadukan doa pertama dan kedua.

Hal itu sebagaimana disampaikan para ahli hadits.

"Kalau kita kompromikan, ذَهَبَ الظَّمَأُ، baca untuk pembuka, selebihnya baca doa-doa. Mau pakai اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ silakan. Mau istighfar silakan," katanya.

"Tidak ada masalah. Jadi jangan sampai salah memahami," kata Ustadz Adi Hidayat.

Berikut ini bacaan doa buka puasa Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu lengkap tulisan Arab, latin, hingga artinya.

Baca juga: Arti Lailaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minadz Dzalimin, Lengkap dengan Manfaat dan Keutamaannya

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ

Dzahabazh-zhama’u wabtallatil-‘uruqu wa tsabatal-ajru insya Allah

Artinya: “Telah hilang rasa haus dahaga, dan urat-urat telah basah, dan pahala akan kita peroleh, insyaa Allah,” (HR. Abu Daud).

Doa buka puasa di atas berasal dari riwayat Abu Daud dari Sahabat Ibnu Umar ra., bahwa Rasulullah ketika berbuka puasa berdoa dengan membaca tersebut.

"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, apabila beliau berbuka, beliau membaca: “Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu…” (HR. Abu Daud 2357, Ad-Daruquthni dalam sunannya 2279, Al-Bazzar dalam Al-Musnad 5395, dan Al-Baihaqi dalam As-Shugra 1390. Hadis ini dinilai hasan oleh Al-Albani).

Tak hanya doa di atas, dilansir dari laman mui.or.id, doa saat berbuka, Imam al-Nawawi (w. 676 H.) dalam karyanya al-Adzkar menampilkan beragam doa lainnya yang bisa dipanjatkan.

Doa Pertama

Riwayat Abu Daud dari Mu’adz bin Zahrah, ia bercerita bahwa Rasulullah pernah berdoa saat berbuka puasa, sebagai berikut:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
(Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu)

Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.” (HR. Abu Daud no. 2011)

Di masyarakat kita, doa ini ada tambahannya, dan ini tidak masalah. Sebab doa tidak terbatas pada riwayat.

Kita dibebaskan mengekspresikan doa selama itu baik. Tambahan tersebut yakni:

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

(Allahummalakasumtu wabika aamantu wa’alarizqika afthortu birohmatikaya ar-hamarrahimin)

Artinya: “Ya Allah Dzat yang Maha Pemurah dari segalanya, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rizki dan kasih sayang-Mu aku berbuka.”

Doa Kedua

Kedua, riwayat dari Ibnu Sunni dari Mu’adz bin Zahrah:

الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذي أعانَنِي فَصَمْتُ، وَرَزَقَنِي فأفْطَرْتُ

(Alhamdulillahilladzi a’aananii fashamtu, wa razaqanii faafthartu)

Artinya:” Segala puji bagi Allah yang menolongku maka aku dapat berpuasa, dan yang telah memberiku rezeki sehingga aku dapat berbuka.” (HR. Ibnu Sunni)

Doa Ketiga

Ketiga, masih riwayat dari Ibnu Sunni, tapi dari Sahabat Ibnu Abbas:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنا، وَعلى رِزْقِكَ أَفْطَرْنا، فَتَقَبَّلْ مِنَّا إنَّكَ أنْتَ السَّمِيعُ العَلِيمُ

(Allahumma shumnaa, wa ‘alaa rizqika aftharnaa, fataqabbal Minna innaka antas samii’ul ‘aliim)

Artinya: “Ya Allah, karena Kamu kami berpuasa, dan dengan rizki-Mu kami berbuka, maka terimalah (puasa) kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” (HR: Ibnu Sunni)

Doa Keempat

Keempat, doa berdasarkan riwayat Ibnu Majah dan Ibnu Sunni, dari Ibnu Umar yang berdoa:

اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي
(Allahumma inni asaluka birahmatikallatii wasi’at kulla syaiin antaghfira lii)

Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, agar Engkau mengampuniku.”
(Lihat selengkapnya: al-Nawawi, al-Adzkar, hlm. 190)

Demikian ragam doa berbuka puasa. Tinggal pilih salah satu atau dua doa di atas dapat kita baca ketika berbuka puasa. 

Wallahu a'lam bishawab

(Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.