BANGKAPOS.COM -- Simak kunci jawaban mata pelajaran Sejarah kelas 10 SMA Kurikulum Merdeka.
Pada buku Sejarah kelas 10 SMA Kurikulum Merdeka terdapat tugas yang termuat di halaman 153 154.
Tugas tersebut ada pada Kegiatan 4, siswa diminta untuk memperhatikan gambar sebelum menjawab sejumlah pertanyaan yang tersedia.
Baca juga: Kunci Jawaban Sejarah Kelas 10 SMA Halaman 75 - 79 Kurikulum Merdeka: Pengantar Ilmu Sejarah
Sebelum melihat kunci jawaban, siswa harus mengerjakan tugas secara mandiri terlebih dahulu.
Gambar (a) Candi Singasari diyakini sebagai pendharmaan terhadap Raja Kertanagara yang berlokasi di Malang, Jawa Timur.
Gambar (b) Relief Gajah Mada di Monas, Jakarta.
1. Analisislah kedua gambar tersebut terkait:
Baca juga: Soal dan Kunci Jawaban Sejarah Kelas 10 Halaman 75, 76, 77, 78, 79 Kurikulum Merdeka
Dasar-dasar politik ekspansi dari kedua tokoh pada gambar tersebut.
Persamaan dan perbedaan konsep dwipantara dan sumpah palapa.
2. Tuliskan hasil analisis Anda dalam bentuk narasi sejarah sepanjang 1-2 halaman kertas ukuran A4, ukuran huruf (font) 12, dan spasi 1,5.
3. Untuk dapat membantu dalam menganalisis, Anda dapat memperoleh informasi melalui buku sejarah, koran, majalah, internet, atau sumber lainnya.
4. Kumpulkan hasil kerja Anda kepada guru untuk dinilai.
Kunci Jawaban :
1. Dasar-dasar politik ekspansi dari kedua tokoh
a. Raja Kertanagara (Singasari - konsep Dwipantara)
Dasar politik ekspansi Kertanagara adalah keinginan menyatukan wilayah Nusantara untuk memperkuat kekuasaan dan menghadapi ancaman dari luar, terutama Kekaisaran Mongol.
Melalui konsep Dwipantara, ia melakukan ekspedisi seperti Pamalayu untuk memperluas pengaruh politik, ekonomi, dan keamanan kerajaan.
Tujuannya juga untuk menguasai jalur perdagangan dan memperkuat posisi Singasari sebagai kekuatan utama di wilayah kepulauan.
b. Gajah Mada (Majapahit - Sumpah Palapa)
Dasar politik ekspansi Gajah Mada adalah tekad menyatukan Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit.
Melalui Sumpah Palapa, ia berjanji tidak akan menikmati kesenangan sebelum seluruh Nusantara bersatu.
Ekspansi dilakukan untuk menciptakan stabilitas politik, memperluas pengaruh, serta memperkuat kejayaan Majapahit sebagai kerajaan besar.
2. Persamaan dan perbedaan konsep Dwipantara dan Sumpah Palapa
Persamaan:
- Sama-sama bertujuan menyatukan wilayah Nusantara.
- Mengandung semangat ekspansi dan persatuan politik.
- Bertujuan memperkuat kerajaan dan pengaruhnya di kawasan.
- Dilatarbelakangi kepentingan keamanan dan ekonomi.
Perbedaan:
- Dwipantara adalah konsep politik luar negeri Raja Kertanagara untuk memper-luas pengaruh Singasari dan menghadapi ancaman asing.
- Sumpah Palapa adalah janji pribadi sekaligus strategi politik Gajah Mada untuk menyatukan Nusantara di bawah Majapahit.
- Dwipantara lebih bersifat kebijakan kerajaan, sedangkan Sumpah Palapa bersifat ikrar dan program penyatuan.
Narasi Sejarah (1-2 halaman):
Kerajaan Hindu Buddha di Indonesia menunjukkan adanya upaya memperluas kekua-saan dan menyatukan wilayah Nusantara melalui kebijakan politik para pemimpinnya.
Raja Kertanagara dari Kerajaan Singasari dikenal dengan konsep Dwipantara, yaitu gagasan untuk memperluas pengaruh ke wilayah luar Jawa demi memperkuat kerajaan serta menghadapi ancaman asing seperti serangan Mongol.
Melalui ekspedisi dan hubungan politik, ia berusaha menguasai jalur perdagangan dan mempererat hubungan dengan kerajaan lain di Nusantara.
Pada masa Kerajaan Majapahit, Mahapatih Gajah Mada mengemukakan Sumpah Palapa sebagai tekad untuk menyatukan seluruh Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit.
la berjanji tidak akan menikmati kesenangan sebelum wilayah-wilayah di Nusantara berhasil dipersatukan.
Dengan strategi militer dan diplomasi yang kuat, Majapahit mampu memperluas pengaruhnya dan mencapai masa kejayaan sebagai kerajaan besar di kawasan.
Konsep Dwipantara dan Sumpah Palapa memiliki persamaan dalam tujuan, yaitu memperluas kekuasaan dan menciptakan persatuan wilayah Nusantara.
Keduanya juga bertujuan menjaga stabilitas politik serta memperkuat posisi kerajaan dalam perdagangan dan hubungan antarwilayah.
Namun, Dwipantara merupakan kebijakan politik kerajaan Singasari, sedangkan Sumpah Palapa merupakan ikrar pribadi Gajah Mada yang menjadi dasar strategi ekspansi Majapahit.
Dari kedua tokoh tersebut dapat disimpulkan bahwa gagasan persatuan wilayah sudah muncul sejak masa kerajaan Hindu Buddha.
Upaya yang dilakukan menunjukkan pentingnya kerja sama dan kekuatan politik dalam membangun kekuasaan yang luas.
Warisan pemikiran Kertanagara dan Gajah Mada menjadi bagian penting dalam sejarah Indonesia karena mencerminkan semangat persatuan yang terus berkembang hingga masa kini.
(Bangkapos.com/Sripoku.com)