Cara Tuhan Membimbing kepada Keimanan yang Unggul
Sudirman February 21, 2026 10:04 AM

Oleh: M Qasim Mathar

Cendekiawan Muslim/Pendiri Pesantren Matahari Dusun Mangempang Maros

TRIBUN-TIMUR.COM - Prof. Tasrief Surungan, dosen Unhas,  adalah seorang ahli ilmu fisika.

Tulisannya di koran Tribun Timur berjudul: Mengawali Ramadhan Dengan Benar, meluaskan perspektif saya tentang fisika semesta.

Adapun tulisan saya berjudul: Hisab-Rukyat Tidak Bersetuju Lagi, di koran ini (18-2-2026), mencoba berfokus kepada adanya dua pendapat utama yang lahir dari memahami dalil Alquran dan hadis yang berkaitan dengan penetapan awal bulan Qamariah.

Pemahaman dari dalil-dalil syar'i itu, menumbuhkan keimanan tertentu, khususnya tentang penetapan awal dan akhir berpuasa, ber-Idul Fitri, dan berhaji.

Pendapat pertama, sebelumnya juga menerima makna "melihat dengan mata kepala".

Lalu bergeser meninggalkan makna tersebut,  pindah kepada makna "melihat dengan ilmu" tentang telah wujudnya hilal awal bulan. Pendapat ini kemudian disebut sebagai penganut hisab.

Pendapat kedua, tetap memahami dalil-dalil dalam makna "melihat dengan mata kepala" hilal itu.

Pendapat ini hanya bergeser sedikit. Yaitu, ikut memakai hisab hanya untuk memastikan posisi hilal yang akan dilihat dengan teropong.

Ya, karena teropong ditemukan, pendapat kedua ini mem"bungkus" mata dengan teropong agar bisa lebih fokus, tidak lagi melihat dengan mata telanjang tanpa perkakas.

Pendapat ini kemudian disebut sebagai penganut rukyat.

Jadi, masalah hisab-rukyat juga mengandung masalah teologis. Beriman kepada pemahaman tertentu.

Kita baru merasa plong dan nyaman menunaikan agama bila sesuai dengan pemahaman yang diimani.

Karena itu saya berpendapat; iptek-lah yang akan mengubah keimanan itu. Keimanan yang bersesuaian dengan iptek disebut modern.

Sedang yang tidak, disebut tradisional. Di sini, bukan masalah benar-salah atau syar'i-tidak syar'i. Keduanya syar'i.

Di mana masalahnya? Yaitu pada keberimanan mana yang akan membawa ummat sebagai ummat yang unggul. Membangun dan menciptakan peradaban yang unggul.

Jika itu masalahnya, saya tegaskan kembali pendapat saya bahwa iptek-lah yang akan mengubah sejarah dan keimanan.

Melalui ilmu, Allah membimbing manusia kepada agama dan keimanan yang lebih baik dan unggul.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.