TRIBUNNEWS.COM - Perhatian publik belum lama ini tertuju kepada aktris Ina Idola Rusli alias Inara Rusli.
Nama mantan istri musisi Virgoun Tambunan itu disorot setelah berseteru dengan konten kreator Wardatina Mawa.
Di akhir tahun 2025 lalu, Wardatina Mawa muncul ke hadapan publik dengan aksinya melaporkan sang suami, pengusaha Insanul Fahmi yang diam-diam menjalin hubungan dengan Inara Rusli.
Kesal suaminya dan Inara Rusli dima-diam berhubungan di belakangnya, kreator asal Medan Sumatera Utara ini lantas melaporkan keduanya atas dugaan perzinaan ke Polda Metro Jaya Jakarta.
Di tengah laporan Mawa itu, Insan dan Inara justru membuat pengakuan yang membuat heboh, sebab keduanya mengaku telah menikah secara agama alias siri sejak bulan Agustus tahun 2025 lalu.
Setelah kasus yang dilaporkan Mawa naik sidik, pihak Inara Rusli kembali disorot, kali ini kuasa hukum sang aktris, Lechumanan mendapatkan kritikan dari pedangdut senior Tessa Mariska.
Lewat unggahan di Instagram @tessamariska.811, pedangdut 41 tahun itu menyinggung sindiran yang dilontarkan Lechumanan kepada Wardatina Mawa.
Di mana, Lechumanan mengatakan Mawa tidak akan dikenal publik apabila namanya tidak dikaitkan dengan sosok mantan member girl band Bexxa itu.
"Kau bukan siapa-siapa. Kalau kau bukan istrinya si Insan, kau nggak mungkin ngetop, nggak mungkin kau jadi artis, nggak mungkin! Kau ini pak. Bapak siapa nih? Oknum pengacara ya," ujar Tessa Mariska sambil mengulangi ucapan kuasa hukum Inara, dikutip Sabtu (21/2/2026).
Menurut pedangdut dengan tembang andalan SMS Cinta tersebut aksi kuasa hukum Inara itu terlalu berlebihan dalam membela kliennya sehingga terkesan menghina kreator dengan sapaan akrab Mawa ini.
Baca juga: Inara Rusli Singgung soal Cobaan Hidup setelah Laporan Wardatina Mawa Naik Sidik: Hadapi dengan Kuat
"Bapak, membela klien boleh. Tapi jangan juga menghina-hina lawan. Itu bapak menjatuhkan," tegas mantan seteru aktris Nikita Mirzani ini.
Tak pelak Tessa pun memberikan sindiran balik terhadap kuasa hukum Ibu tiga anak tersebut.
"Nanti kalau dia (Mawa) jawab, 'Bapak siapa? Aku cuma kenal Bapak'. Terus yang bilang dia siapa-siapa, siapa?" sambung pedangdut dengan nama asli Yenny Chaidir ini.
Pedangdut kelahiran 12 Juni 1978 ini juga memuji aksi Mawa yang memilih melaporkan perkaranya dengan Insan dan Inara ke pihak yang berwajib bukan dengan cara main hakim sendiri.
Langkah itu pun dinilai Tessa sudah cukup tepat.
"Suami diculik oleh pelakor. Terus dia melapor ke yang berwenang, yang resmi, untung dia melaporkan yang resmi, bukan dia main baku hantam, bukan dia main hajar," tambahnya.
Menurut Tessa kuasa hukum pelantun tembang Lihat Aku itu juga bisa memahami keputusan Mawa melapork ke polisi yang langkah itu dianggap tidak merugikan Inara Rusli.
"Harusnya Bapak juga ngerti dia memilih jalur hukum melaporkan, bukan main main tarzan, main gebuk-gebukan, syukur loh, kalau dia main tarzan mungkin klien Bapak udah babak belur," singgung pedangdut yang viral karena celotehan 'Yubrik My Heart' ini.
Di akhir komentar itu, Tessa meminta kuasa hukum Inara Rusli untuk lebih bijak dalam membela kliennya.
"Boleh-boleh aja membela klien Anda tapi jangan jatuhkan klien sana, jangan hina-hina klien sana."
"Dia (Mawa) sudah cukup terhina suaminya diambil dan dia juga menyaksikan adeg-adeg (tak pantas Insan dengan Inara), anaknya sudah menjadi korban disini, Bapak membela jangan menjatuhkan martabat istri sah ya pak pintar dikit napa?" tutup Tessa.
Dalam salah satu agenda jumpa pers-nya belum lama ini, Lechumanan sempat mengungkapkan kekesalannya terhadap Mawa.
Bahkan sang pengacara sampai menyebut Mawa tidak mungkin terkenal tanpa embel-embel nama Inara Rusli.
"Kalau nggak ada si Insanul, ya kemudian tidak ada kaitan nama Inara Rusli, kau (Mawa) bukan siapa-siapa. Aku nggak pernah liat kau kok di TV, ya kau bukan siapa-siapa, aku kasih tau, aku nggak pernah liat kau sebelumnya pun di TV."
"Ini karena ada kaitan Insanul, ada kaitan Inara, barulah namamu terangkat," kata sang kuasa hukum dikutip dari TikTok Cumi-cumi.
Ia juga berpesan agar reaksi Mawa tak berlebihan soal status laporannya yang kini sudah naik sidik hingga terkesan menyudutkan Inara Rusli.
"Jadi kau jangan itu juga menginjak kepala orang, seolah-olah kena laporan mu naik penyidikan," lanjutnya.
Sang kuasa hukum pun juga menyarankan Insanul Fahmi untuk meninggalkan Mawa.
"Memang ini si Insanul, aku bilang juga, kau tinggalin aja, ngapain lagi, tidak bermoral," pungkasnya.
(Tribunnews.com/Gabriella)