Makna Lagu Lihat Kebunku Versi Dewasa: Rasa Sakit Karena Ditikung
Joko Widiyarso February 21, 2026 11:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM - Setiap lirik yang sederhana, seringkali menyimpan makna yang paling menyayat hati.

Baru-baru ini, lagu berjudul "Lihat Kebunku (Taman Bunga)" yang dibawakan oleh Jeje viral dan menarik perhatian banyak pendengar di media sosial.

Sekilas, lagu ini terdengar seperti puisi cinta yang indah dan tenang.

Namun, jika kita menyelami bait per bait liriknya, kita akan menemukan kisah pilu tentang kesetiaan yang dikhianati dan rasa sakit karena ditikung.

Siapkan tisumu, karena kita akan membahas bagaimana lagu ini menjadi soundtrack sempurna bagi mereka yang pernah mengikhlaskan cinta setelah dirawat dengan sepenuh hati.

Lihat kebunku

Tercipta sempurna

Sederhana

Satu yang kupunya

Narator membuka lagunya dengan sedikit cerita tentang kebunnya yang tercipta sempurna.

Ini merupakan metafora dari hatinya yang sederhana.

Setiap hari kusiram sendiri

Wahai.. melati

Kau cantik berseri

Ia selalu merawat kebunnya yang kini ditumbuhi melati.

Menjelaskan bahwa di hatinya, kini telah bersemayam seseorang yang dicintainya dan ia ingin selalu menjaganya.

Sungguh kelabu 

Kulukis indah rupamu

Oh sungguh layu

Harapanku kepadamu

Kelabu dan layu adalah ungkapan narator yang menggambarkan suatu keraguan.

Ia paham betul bahwa harapannya kepada orang yang dicintainya itu, berada di ambang ketidakpastian.

Baca juga: Makna Lagu Blank Space Taylor Swift Relate Banget dengan Gen Z

Oh mengapa 

Bunga di taman hatiku hanya satu

Oh menghilang

Bunga kesayanganku di ambil orang

Kini sang narator mengeluhkan tentang bunga kesayangannya itu.

Satu-satunya orang yang ia sayangi betul dan dirawatnya dengan telaten setiap hari, kini jatuh ke dekapan orang lain.

Mekarlah selamanya di taman yang lain

Sungguh kelabu

Kini tamanku tanpamu

Jangan kau layu

Semesta kan menjagamu

Pada akhirnya sang narator hanya bisa mengikhlaskan pasangannya yang lebih memilih orang lain.

Ia mendoakan agar pasangannya dapat menjadi insan yang lebih bahagia bersama orang lain.

Jangan sampai ia bersedih, karena sang narator akan tetap menjaganya dengan doanya dari jauh.

Meskipun kini hatinya sungguh muram selepas kepergiannya.

Oh mengapa bunga di taman hatiku hanya satu

Oh menghilang bunga kesayanganku

Tak mengapa.. bila di taman hatiku tak berbunga (oh mekarlah selamanya)

Narator kembali bersedih, mengeluhkan tentang pilu hatinya musabab pasangannya yang lebih memilih orang lain.

Namun ia tetap mengharapkan, agar kebahagiaan selalu menyelimutinya.

Bersenanglah.. bunga kesayanganku tumbuh bahagia..

Ia kembali meneguhkan harapannya.

Bahwa bersama siapapun orang yang dicintainya itu, ia akan selalu mendoakan kebahagiaan untuknya.

Makna dari lirik lagu Jeje ini dengan jelas menggambarkan perjalanan emosional dari ketulusan, keraguan, hingga keikhlasan yang menyakitkan.

"Kebun" adalah metafora hati yang dijaga, "Melati" adalah sosok yang dicintai dan frasa "diambil orang" adalah puncak dari rasa sakit pengkhianatan.

Meskipun narator harus merasakan pilu yang mendalam, pesan penutup lagu ini justru bukan tentang dendam.

Namun perihal mengikhlaskan dan mendoakan kebahagiaan bagi mantan pasangan, meskipun hati sendiri hancur.

Ini menunjukkan kedewasaan cinta yang sesungguhnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.