- Tangis ayah kandung korban, Anwar Satibi (38), pecah saat mengetahui anak pertamanya meninggal dunia dengan kondisi luka bakar hampir di sekujur tubuhnya.
Bocah berinisial NS (12) itu sebelumnya sempat menjalani perawatan intensif selama delapan jam sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir pada Kamis (20/2).
Kepergian korban meninggalkan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar bagi keluarga.
Anwar mengungkapkan kecurigaannya terhadap dugaan kekerasan yang dialami anaknya sebelum meninggal dunia.
Menurut Anwar, peristiwa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) pernah terjadi pada tahun 2025, diduga dilakukan oleh ibu tiri korban.
Bahkan Anwan pernah melaporkan ibu tiri korban ke Unit PPA Polres Sukabumi lantaran memukuli NS dengan benda tumpul.
Namun, laporan tersebut berakhir damai setelah pelaku bersujud dan berjanji meminta kesempatan untuk berubah.
Meski demikian, Anwar mengaku laporan yang pernah dibuatnya di kepolisian belum dicabut secara resmi.
Menurut Anwar, luka menyerupai luka bakar yang terdapat di hampir seluruh tubuh anaknya memunculkan dugaan kuat adanya kekerasan kembali.
Ia menilai kondisi luka tersebut tidak wajar dan perlu penjelasan medis yang jelas.
Maka dari itu Anwar mendorong dilakukannya autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian anaknya.
Ia menegaskan tidak ingin menuduh tanpa bukti, namun berharap proses hukum berjalan transparan demi mengungkap kebenaran di balik kematian putranya.