Warga Dusun Wanakajir, Desa Jatianom, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, digegerkan dengan penemuan sesosok pria yang sudah tidak bernyawa di areal Sungai Rawa Kumpul, Jumat (20/2/2026) pagi.
Polisi pun mengungkap kondisi tubuh korban saat pertama kali ditemukan.
Korban diketahui bernama Samita (52), seorang pemulung warga Desa Ujunggebang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon.
Kapolsek Susukan Polresta Cirebon, Iptu Kelani menyampaikan, bahwa korban ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB dalam kondisi meninggal dunia di area persawahan yang tengah tergenang air.
“Pada hari Jumat tanggal 20 Februari 2026 sekitar jam 09.00 WIB, telah ditemukan satu orang meninggal dunia atas nama Samita bin Mardani di areal Sungai Rawa Kumpul termasuk Dusun Wanakajir, Desa Jatianom, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon,” ujar Kelani, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/2/2026) sore.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Menurut keterangan medis RS Arjawinangun dan Unit Inafis Polresta Cirebon bahwa pada tubuh korban tidak terdapat tanda-tanda kekerasan,” ucapnya.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan.
“Sesuai keterangan keluarga korban, saudara Mardi bin Sapta, bahwa korban menderita gangguan jiwa,” ujar dia.
Dari dokumentasi yang dibagikan petugas, jenazah korban terlihat tengkurap di air berwarna cokelat keruh di pinggir pematang sawah.
Sebagian tubuhnya masih terendam genangan banjir.
Dua anggota kepolisian berseragam cokelat berdiri di atas pematang sawah yang becek dan berlumpur.
Salah satu petugas terlihat mengenakan sarung tangan medis berwarna kuning dan sepatu bot hitam sambil menunjuk ke arah jenazah, sementara petugas lainnya mengamati lokasi.
Air menggenang cukup tinggi di sekitar area, bahkan menenggelamkan sebagian batang pohon dan tanaman di sekitarnya.
Langit yang mendung semakin menambah kesan suram di lokasi penemuan.
Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan membawa jenazah untuk pemeriksaan medis lebih lanjut.
Namun, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi.
“Pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi sebagaimana surat pernyataan terlampir,” katanya.
Peristiwa penemuan mayat ini sempat menyita perhatian warga sekitar.
Meski demikian, pihak kepolisian memastikan tidak ditemukan unsur kekerasan dalam kasus tersebut.