Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Cristin Adal
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Di tengah dinamika ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, KSP Credit Union Bahtera Sejahtera justru mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang Tahun Buku 2025.
Capaian itu dipaparkan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-XIX yang digelar di Aula Cherubim Convention Hall, Maumere, Kabupaten Sikka, Sabtu (21/2/2026).
RAT sebagai forum tertinggi koperasi menjadi ruang evaluasi sekaligus penegasan arah kebijakan ke depan.
Di hadapan anggota, pengurus, dan jajaran pemerintah daerah, Ketua Pengurus KSP Credit Union Bahtera Sejahtera, Gelfridus Gonde, menyebut tahun 2025 sebagai “tahun rahmat”.
Baca juga: Tumbuh 14 Persen, KSP CU Bahtera Sejahtera Fokus Digitalisasi dan Perkuat Komunitas
“Di tengah berbagai tantangan ekonomi, kita justru bertumbuh. Ini bukan kerja satu dua orang, tetapi hasil kerja keras dan kerja cerdas bersama,” ujarnya.
Per 31 Desember 2025, jumlah anggota tercatat 8.332 orang, bertambah 1.284 orang dibandingkan tahun sebelumnya. Sebanyak 41,7 persen anggota berada pada rentang usia produktif 26–45 tahun. Struktur ini dinilai menjadi modal penting bagi keberlanjutan lembaga.
Dari sisi pembiayaan, kredit beredar tumbuh 23,14 persen, dari Rp 44,8 miliar pada 2024 menjadi Rp 55,2 miliar pada 2025. Kredit cair meningkat lebih dari Rp 10 miliar. Rasio kredit lalai juga menurun dari 12,89 persen menjadi 9,77 persen.
Meski belum mencapai angka ideal 5 persen, penurunan tersebut menunjukkan perbaikan kualitas portofolio pinjaman dan kedisiplinan anggota.
Pertumbuhan juga tercermin pada aset yang naik dari Rp 69,1 miliar menjadi Rp 84,8 miliar. Sisa Hasil Usaha (SHU) melonjak tiga kali lipat, dari sekitar Rp 500 juta menjadi Rp 1,5 miliar.
Namun, menurut Gelfridus, kekuatan utama koperasi tidak semata pada angka. Sepanjang 2025, realisasi pendidikan dasar dan kecakapan finansial mencapai 95 persen dari target, sementara pendidikan kewirausahaan mencapai 96 persen.
“CU bukan sekadar tempat simpan pinjam uang. Ini ruang belajar untuk menata kehidupan,” katanya.
Tema RAT tahun ini, yakni pemberdayaan komunitas dan digitalisasi sebagai pilar penguatan ekonomi anggota, merefleksikan strategi jangka panjang koperasi.
Komunitas diposisikan sebagai lokus pemberdayaan, sementara digitalisasi dipandang sebagai kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi dan akses layanan.
RAT ke-XIX tersebut sekaligus menjadi momentum konsolidasi internal agar pertumbuhan yang dicapai pada 2025 dapat dijaga dan ditingkatkan pada tahun buku berikutnya.
Di tengah perubahan, koperasi ini berupaya tetap berpijak pada prinsip dasar yakni dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota.