TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Sapi yang jalani pemotongan di Rumah Potong Hewan (RPH) Pekanbaru, Jalan Cipta Karya, Kota Pekanbaru dalam kondisi sehat. Mereka adalah sapi yang tidak tertular virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi.
"Alhamdulillah, kita di Kota Pekanbaru belum ada kasus PMK," papar Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distankan) Kota Pekanbaru, Maisisco kepada Tribunpekanbaru.com, Sabtu (21/2/2026).
Menurutnya, tim kesehatan hewan dinas melakukan pengawasan terhadap sapi yang masuk ke Kota Pekanbaru. Mereka mencegah penularan PMK ke sapi yang hendak jalani pemotongan di RPH.
Maisisco menyadari banyak sapi yang datang dari luar kota seperti Lampung serta beberapa daerah lainnya.
Dokter hewan juga melakukan pemeriksaan terhadap sapi peternak di Kota Pekanbaru.
Pengawasan kondisi kesehatan sapi yang masuk kota ini semakin ketat ketika memasuki momen Ramadan 1447 H. Kebutuhan sapi setiap harinya meningkat dari kisaran 35 ekor menjadi 105 ekor.
"Kita rutin melakukan pengawasan di lapangan, dokter, sapi yang masuk juga jalani pemeriksaan kesehatan," paparnya.
Dirinya menambahkan bahwa sapi yang masuk ke Kota Pekanbaru harus memiliki dokumen kesehatan dari daerah asal. Ia menyebut dokumen itu bukan hanya jadi syarat masuk hewan ternak ke Kota Pekanbaru.
Baca juga: UPDATE Gajah Tewas tanpa Kepala di Pelalawan: 40 Saksi Diperiksa, Tersangka Masih Diburu
Baca juga: Aktivitas PETI Diam-diam Beroperasi di Pangean Kuansing, Lima Rakit Dimusnahkan Polisi
"Namun jadi syarat sebelum melakukan pemotongan terhadap sapi tersebut, sehungga" ulasnya.
Proses pemotongan sapi di RPH Pekanbaru berlangsung secara ketat.
Sapi tersebut bisa menjalani pemotongan setelah serangkaian pemeriksaan kesehatan hingga kelengkapan dokumen kesehatan.
Dokumen ini untuk memastikan kelayakan pemotongan sapi tersebut.
Daging sapi yang berasal dari RPH bakal tersebar ke seluruh pasar tradisional yang ada di Kota Pekanbaru.
"Serangkaian pengawasan dan pemeriksaan kesehatan sapi ini untuk menjaga kualitas daging sapi di pasaran," tuturnya.
(Tribunpekanbaru.com/ Fernando Sikumbang)