Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Imam Nawawi
TRIBUNJATI.COM, JEMBER- Jumantoro, membawa tumpeng bergambar Muhammad Fawait- Djoko Susanto di Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember Jawa Timur, Jumat (20/2/2026).
Aktivis pertanian ini sengaja melakukan untuk memperingati satu tahun pasangan Fawait- Djoko, memimpin Kabupaten Jember sejak mereka dilantik.
Jumantoro, mengaku sengaja melakukan aksi ini supaya Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Jember harmonis dan akur, sebab selama setahun ini keduanya diwarnai konflik.
"Karena ini bukan kepala desa, tetapi kepala daerah, tentunya berdasarkan coblosan itu satu paket antara bupati dan wakil bupati," ujarnya.
Menurutnya, selama ini regulasi yang disusun Pemkab Jember tanpa keterlibatan wakil bupati. Sehingga kebijakan yang ditetaskan bukan dari kesepakatan pasangan kepala daerah.
Baca juga: Setahun Memimpin Jember, Bupati Fawait Buka Suara Soal Konflik dengan Wakil Bupati Djoko Susanto
"Harapan kami kebijakan yang ditelurkan, itu kebijakan bersama antar bupati dan wakil bupati. Kami iri dengan kabupaten lain dimana bupati dan wakil bupatinya harmoni," kata Jumantoro.
Jumantoro ingin, Bupati dan Wabup bisa akur kembali, supaya Kabupaten Jember bisa memberikan contoh kepemimpinan bagi daerah sekitar.
"Kami melihat setahun ini masyarakat bingung dan kecewa. Maka kami bawa tumpeng ini berikan sebagai wujud syukur, karena manusia punya ada tuhan punya kuasa," tambahnya.
Sebelumya, Bupati Jember Muhammad Fawait membantah berkonflik dengan Wabup.
"Saya ingatkan saya tidak pernah berantem dengan wakil bupati. Setahu saya, saya yang diberantemi," tanggapnya.
"Melawan kritikan dengan kritikan justru akan memperkeruh suasana, dan bisa mempengaruhi pelayanan publik. Maka saya memilih untuk diam," papar pria yang akrab disapa Gus Fawait ini.
Menurutnya hal tersebut dilakukan supaya pelayanan masyarakat tidak terganggu akibat dinamika politik konfik pasangan kepala daerah.
"Bupati dan wakil bupati bukan birokrasi. Tetapi manusia politik, jadi kadang hubungan Bupati dan wakil bupati, atau wali kota dan wali kota, kepala daerah dengan DPRD ada pasang surutnya. Itu tidak ada masalah," imbuhnya.
Lebih lanjut, Fawait pastikan semua layanan publik di Kabupaten Jember berjalan normal ditengah hubungan bupati dan wakil bupati terjadi kerenggangan.
"Layanan kesehatan berjalan baik dan gratis, rumah sakitnya baik pendapatan kami naik. Pelayanan terkait Adminduk berjalan baik, OPD-OPD berkoordinasi dengan kami juga cukup baik, operasi bandara juga baik," paparnya.