Masuk Hari ke-3 Ramadan, Ini Amalan dan Keutamaan yang Sayang Dilewatkan
Tita Rumondor February 21, 2026 02:47 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Hari ini, Sabtu, 21 Februari 2026, bertepatan dengan hari ketiga puasa Ramadan 1447 H bagi umat Islam yang mengikuti ketetapan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).

Berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar Kemenag RI, 1 Ramadan 1447 H/2026 M ditetapkan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Memasuki hari ketiga Ramadan, umat Islam memiliki kesempatan besar untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah dan meraih keberkahan bulan suci.

Baca juga: Bijak Manfaatkan Waktu Jelang Berbuka, Ustaz Bagikan Tips Ngabuburit Penuh Pahala

Fadhilah atau keutamaan puasa di hari ketiga ini dapat menjadi momentum penyucian jiwa sekaligus penyemangat untuk memperbaiki amal, agar ibadah yang dijalankan semakin sempurna.

Ramadan merupakan bulan istimewa ketika Allah SWT melimpahkan rahmat-Nya secara luas dan menghadirkan berbagai keutamaan yang tidak dijumpai pada bulan-bulan lain.

Salah satu keistimewaannya adalah pahala yang dilipatgandakan tanpa batas bagi mereka yang menjaga syariat dan adab dalam berpuasa.

TAHUN BARU 2026 - Ilustrasi - Jadwal lengkap hari besar Islam & puasa Ayyamul Bidh 2026, dari Januari hingga Desember.
TAHUN BARU 2026 - Ilustrasi -Hari ketiga Ramadan 1447 H, ini fadhilah puasa, janji ampunan dosa, serta doa dan niat yang dianjurkan untuk meraih keberkahan.
 (Canva)

Melalui ibadah puasa, seorang hamba tidak hanya ditempa secara fisik dengan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga dibina secara spiritual untuk mencapai derajat takwa—tujuan tertinggi dari seluruh bentuk ibadah.

Baca juga: Resmi! Zakat Fitrah Pohuwato Gorontalo untuk Ramadan 2026 Dipatok Rp 40.000 per Orang

Keutamaan Ramadan juga ditegaskan dalam sabda Rasulullah SAW berikut:

"Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim).

Dengan memahami fadhilah puasa hari ketiga Ramadan, diharapkan setiap Muslim pada tahun 2026 dapat menjalani hari-hari berikutnya dengan penuh keikhlasan, serta memanfaatkan waktu luang untuk berzikir dan membaca Al-Qur’an.

Baca juga: Bijak Manfaatkan Waktu Jelang Berbuka, Ustaz Bagikan Tips Ngabuburit Penuh Pahala

Fadhilah Puasa Hari Ketiga Ramadan 1447 H

Dalam Kitab Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah karya Syeikh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi dijelaskan berbagai keutamaan bulan Ramadan.

Disebutkan bahwa keutamaan puasa hari ketiga Ramadan adalah Allah SWT menganugerahkan kepada orang yang berpuasa sebuah taman permata yang indah di surga Firdaus.

Di atasnya terdapat dua belas ribu rumah dari cahaya, di bawahnya dua belas ribu tempat tidur, dan pada setiap tempat tidur terdapat bidadari.

Setiap hari seribu malaikat datang berkunjung, masing-masing membawa hadiah bagi orang yang berpuasa. Para malaikat itu juga menyampaikan kabar ampunan dosa.

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Thib Raya, dalam salah satu tausiyahnya turut menjelaskan sabda Rasulullah SAW tentang keutamaan Ramadan.

Rasulullah menggambarkan bahwa:

“Setiap hari dari hari-hari Ramadhan, Allah memiliki ribuan hamba-Nya yang harus dibebaskan dari siksaan api neraka pada saat mereka akan berbuka puasa. Mereka sebenarnya sudah siap untuk dimasukkan ke dalam api nereka.”

“Demikian pula pada hari terakhir sari bulan Ramadhan Allah membebaskan hamba-hamba-Nya yang telah berpuasa, yang jumlahnya sama dengan yang dibebaskan pada hari-hari sebelumnya, sejak hari pertama.”

Ahmad Thib Raya juga mengutip hadis tentang fadhilah Ramadan yang diriwayatkan oleh Abdullah Ibn Mas’ud dalam Musnad-nya:

“Dari Ibn Mas’ud r.a., dia mendengar Rasulullah bersabda pada saat awal Ramadhan: “Jika hamba-hamba Allah mengetahui rahasia-rahasia yang terdapat di dalam bulan Ramadhan, maka umatku akan berharap agar Ramadhan itu terjadi sepanjang tahun. (Mendengar ucapan Rasulullah itu), ada seseorang yang berasal dari suku Khuzaa’ah meminta kepada Rasulullah untuk menjelaskan rahasia yang terdapat di dalam bulan Ramadhan itu," ucap Ahmad Thib Raya, dikutip dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Jakarta, Sabtu (21/2/2026).

Bacaan Doa Hari Ketiga Ramadan 1447 H

Yaa Allah!

Berikanlah aku Rezki Akal Dan Kewaspadaan.

Dan Jauhkanlah aku Dari Kebodohan Dan Kesesatan.

Sediakanlah Bagian Untukku Dari Segala Kebaikan

Yang Kau Turunkan, Demi Kemurahan-Mu, Wahai Dzat Yang Maha Dermawan Dari Semua Dermawan!

Selain doa tersebut, terdapat pula doa yang sangat populer dan dianjurkan Rasulullah SAW untuk dibaca, khususnya pada malam-malam istimewa Ramadan:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Latin:

Allāhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī.

Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

Doa ini mencerminkan esensi Ramadan sebagai bulan ampunan dan penyucian diri.

Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum untuk membersihkan hati dari dosa.

Para ulama menjelaskan bahwa tidak ada doa tertentu yang diwajibkan khusus pada malam Ramadan.

Setiap Muslim dapat memanjatkan doa kebaikan sesuai kebutuhan masing-masing, seperti doa memohon kesehatan agar kuat berpuasa, doa agar khusyuk dalam salat tarawih, serta doa agar Ramadan menjadi sarana perbaikan diri.

Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk memperbanyak doa sepanjang Ramadan.

Dalam hadis sahih disebutkan bahwa siapa yang melaksanakan ibadah malam di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

Ini menegaskan bahwa Ramadan adalah waktu terbaik untuk bermunajat dan memperbanyak istigfar.

Bacaan Niat Puasa Ramadan 1447 H

Dalam buku Panduan Ramadhan Bekal Meraih Ramadhan Penuh Berkah terbitan Pustaka Muslim dijelaskan bahwa sebenarnya tidak ada kewajiban melafalkan niat puasa.

Imam Nawawi rahimahullah berkata, "Tidaklah sah puasa seseorang kecuali dengan niat. Letak niat adalah dalam hati, tidak disyaratkan untuk diucapkan dan pendapat ini tidak terdapat perselisihan di antara para ulama".

Meski demikian, sebagian kalangan tetap membiasakan melafalkan niat sebagai bentuk penegasan hati.

Berikut bacaan niat puasa Ramadan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Latin:

Nawaitu shauma ghodin 'an adaa'i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat berpuasa besok pagi untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala."

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.