TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Suasana duka menyelimuti Puri Agung Gianyar, Sabtu 21 Februari 2026, setelah Bupati Gianyar ke-9, Anak Agung Gde Agung Bharata, mengembuskan napas terakhirnya di RSUD Sanjiwani pada pukul 13.36 WITA.
Almarhum berusia 76 tahun dan meninggalkan kenangan sebagai pemimpin yang berdedikasi.
Anak Agung Gde Agung Bharata lahir pada 23 Juni 1949 dan menjabat sebagai Bupati Gianyar selama dua periode.
Sebelumnya, ia pernah bertugas di Sekretariat Negara RI dan menjadi Kepala Istana Kepresidenan Tampaksiring pada 1997-2003.
Baca juga: KABAR DUKA Asistem Pelatih Arema FC Meninggal Dunia, Mendiang Pernah di Perseden Denpasar!
Setelah purna tugas, almarhum memilih jalan spiritual sebagai seorang Begawan, menjalani madwijati dan menapaki fase wanaprastha.
Ia dikenal sebagai sosok yang tenang dan berwibawa, baik sebagai pemimpin maupun sebagai abdi spiritual.
Prosesi adat telah disiapkan, dengan rencana pelebon pada 7 Maret 2026 di Setra Beng.
Masyarakat Gianyar mengenang almarhum sebagai pemimpin yang meninggalkan jejak kebijakan dan kenangan tentang ketegasan yang dibalut kesantunan.
Adik mendiang, Anak Agung Gede Mayun yang juga Wakil Bupati Gianyar mengatakan hampir sebulan terakhir, kondisi kesehatan mendiang menurun. Yakni, nafsu makan hilang, tubuh melemah, hingga harus menjalani perawatan intensif di RSUD Sanjiwani Gianyar.
Sempat membaik dan kembali ke puri, memberi secercah harapan bagi keluarga.
Tetapi kondisi kembali drop. Hari-hari terakhirnya lebih banyak dilalui dengan selang infus yang setia menetes pelan.
"Beliau selama ini memiliki riwayat penyakit jantung. Beliau sempat membaik dan pulang, tetapi kondisi kembali menurun,” ucapnya.
Bupati Gianyar, I Made Mahayastra juga merasa kehilangan atas meninggalnya mendiang Agung Bharata yang di masa akhir hidupnya bernama Ida Bhagawan Blebar Gianyar itu.
"Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Ida Bhagawan Blebar Gianyar, yang pernah mengemban amanah sebagai Bupati Gianyar periode 2003–2008 dan 2013–2018.
Semasa pengabdian beliau, berbagai karya dan dedikasi telah ditorehkan bagi kemajuan Gianyar. Pengabdian tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan Gianyar saat ini. Amor ing acintya, dumogi nyujur sunia loka," ujarnya. (*)