Jalan Jambak–Sikundo di Pante Ceureumen Kembali Putus Diterjang Banjir
Saifullah February 21, 2026 08:03 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sa’dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, kembali mengakibatkan kerusakan infrastruktur. 

Dua titik tanggul pada ruas jalan Jambak–Sikundo dilaporkan rusak atau jebol akibat terjangan banjir pada Kamis (19/2/2026), sehingga akses menuju Sikundo kembali terisolir.

Padahal, badan jalan tersebut baru saja dibangun kembali pasca bencana banjir dan longsor yang terjadi pada November 2025 lalu. 

Namun banjir kali ini kembali merusak infrastruktur yang belum lama diperbaiki tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Plt Kalak BPBD) Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, Sabtu (21/2/2026), menjelaskan, bahwa terdapat dua titik kerusakan tanggul yang terdampak cukup signifikan.

“Tanggul pada titik penanganan 1, yakni di ruas depan kantor keuchik Jambak, mengalami kerusakan, namun badan jalannya masih dalam kondisi aman,” ujarnya.

Baca juga: BNPB Kembali Droping Bantuan Melalui Udara ke Sikundo Aceh Barat yang Masih Terisolir Akibat Banjir

Sementara itu, pada titik penanganan 3 yang berada di kawasan Alue Keumang, kondisi kerusakan lebih parah. 

Selain merusak tanggul, derasnya arus banjir juga mengikis badan jalan hingga terputus.

Akibatnya, akses transportasi menuju Sikundo kembali terganggu dan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. 

Kondisi ini berdampak pada mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan kebutuhan pokok.

Terkait upaya penanganan, BPBD Aceh Barat menyampaikan bahwa perbaikan tanggul dan badan jalan yang rusak akan segera dilakukan.

Namun harus menunggu kondisi debit air surut agar pekerjaan dapat dilaksanakan secara maksimal dan aman.

Sebagai langkah darurat, pemerintah daerah telah memanfaatkan jalan elak atau jalur alternatif di titik 3, yakni melalui jalan atas gunung.

Baca juga: Jalan Putus di Dusun Tanggul Kuta Simboling, Warga Minta Pemkab Aceh Singkil Segera Tangani

Jalur tersebut untuk sementara dapat dilalui sepeda motor dan pejalan kaki.

“Penanganan darurat direncanakan menggunakan alat berat jenis excavator, dengan target pekerjaan dapat diselesaikan dalam satu hari setelah kondisi memungkinkan,” tambah Teuku Ronal.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melintas di jalur alternatif.

Serta terus memantau perkembangan informasi cuaca, mengingat intensitas hujan di wilayah tersebut masih cukup tinggi.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.