SURYA.co.id - Sholat Tarawih merupakan ibadah sunnah yang menjadi ciri khas bulan Ramadan.
Dalam pelaksanaannya, terdapat keragaman jumlah rakaat di kalangan umat Islam, salah satunya sholat Tarawih 11 rakaat dengan format 4-4-3.
Bagaimana hukum dan tata caranya sesuai dengan hadis sahih? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Dasar hukum pelaksanaan sholat Tarawih 11 rakaat merujuk pada riwayat sahih dari istri Rasulullah, Aisyah r.a.
Beliau menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW memiliki kebiasaan yang konsisten dalam menjalankan sholat malam, baik di bulan Ramadan maupun di luar Ramadan.
Berdasarkan HR. Muslim, Aisyah r.a. berkata:
"Nabi SAW tidak pernah melakukan shalat sunah pada bulan ramadan dan bulan lainnya lebih dari sebelas rakat. Beliau shalat empat rakaat dan jangan engkau tanya Bagaimana bagus dan Indahnya. Kemudian, bellau shalat lagi empat rakaat dan jangan engkau tanya bagaimana Indah dan panjangnya ialu bellau shalat lagi tiga rakaat (witir)."
Dalam praktiknya, formasi 4 rakaat, 4 rakaat, dan 3 rakaat didasarkan pada detail penjelasan Aisyah r.a. mengenai kualitas dan kuantitas sholat Nabi. Berikut rinciannya dikutip dari laman Universitas Muhammadiyah Jakarta:
4 Rakaat Pertama: Dilakukan dengan satu kali salam.
4 Rakaat Kedua: Dilakukan dengan satu kali salam.
3 Rakaat Terakhir (Witir): Dilaksanakan sebagai penutup sholat malam secara keseluruhan.
Catatan: Formasi ini dilakukan tanpa tasyahud awal pada rakaat kedua, langsung menuju rakaat keempat untuk tasyahud akhir dan salam (untuk bagian 4 rakaat).
Setelah menyelesaikan sholat Witir 3 rakaat, disunnahkan untuk memperbanyak zikir dan doa. Berikut bacaan yang dianjurkan:
1. Membaca Tasbih (3 kali)
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ
Subhānal malikil quddūs
Artinya: "Maha Suci Allah Yang Maha Merajai dan Yang Maha Bersih."
(Khusus bacaan ketiga, disunnahkan untuk dibaca dengan suara lebih nyaring dan panjang).
2. Membaca Puji-pujian
رَبُّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوحِ
Rabbul malā’ikati war rūh
Artinya: "Yang Menguasai para Malaikat dan Ruh (Jibril)."
Baca juga: Tata Cara Sholat Tarawih 11 Rakaat dan 23 Rakaat Lengkap Bacaan Niat
Melaksanakan sholat Tarawih bukan sekadar menggugurkan anjuran, melainkan memiliki fadhilah (keutamaan) yang sangat besar, yaitu pengampunan dosa.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. (HR. Abu Dawud), Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa melaksanakan qiyam Ramadan (sholat Tarawih) karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."
Ibadah ini menjadi momen emas bagi setiap Muslim untuk membersihkan diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT di bulan yang penuh berkah.