Konflik Meletus di Area Tambang Emas Nabire Papua Tengah, Dua Orang Tewas Terbakar
Paul Manahara Tambunan February 21, 2026 11:26 PM

 

TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE — Stabilitas keamanan di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, kembali terusik.

Kelompok Orang Tak Dikenal (OTK) melancarkan serangan yang berujung pada pembakaran pos penjagaan milik perusahaan pertambangan emas, PT Kristalin Ekalestari (KEL), di Distrik Makimi, Sabtu (21/2/2026).

Insiden tragis ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia.

Informasi dihimpun Tribun Papua Tengah, aksi kekerasan tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 13.30 WIT di Jalan Musairo, Kampung Biha.

Namun, sulitnya akses komunikasi dan letak geografis yang terpencil membuat informasi baru menyebar luas di kalangan jurnalis pada petang hari.

Untuk mencapai lokasi kejadian perkara (TKP), tim gabungan harus menempuh perjalanan darat sejauh 60 kilometer, yang kemudian dilanjutkan dengan menyusuri sungai menggunakan perahu. 

Baca juga: Penambang Tewas, Pemerintah Larang Tambang Emas di Gajah Putih dan Beberapa Titik Kota Jayapura

Kondisi medan yang menantang ini disinyalir menjadi faktor penyulit dalam respons cepat di lapangan.

Dua orang tewas

Berdasarkan data yang dihimpun, dua orang ditemukan meninggal dunia akibat luka bakar di dalam pos yang hangus tersebut.

Hingga saat ini, identitas resmi serta status kedua korban, apakah karyawan perusahaan atau warga sipil, masih dalam proses identifikasi oleh pihak medis di RSUD Nabire.

Kapolres Nabire, AKBP Samuel Tatiratu, saat dikonfirmasi membenarkan adanya dua insiden yang terjadi secara simultan, yakni penembakan dan pembakaran pos keamanan.

"Benar, telah terjadi penembakan dan pembakaran pos keamanan di perusahaan yang ada di daerah itu. Dua korban yang terbakar sudah dievakuasi ke RSUD Nabire," ujar Samuel.

Di lokasi kejadian, petugas juga menemukan tiga unit sepeda motor dalam kondisi rusak, masing-masing bermerek Honda Creeft, Yamaha Jupiter, dan Honda Supra X. 

Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat memberikan keterangan rinci mengenai motif serangan maupun kelompok yang bertanggung jawab atas penembakan tersebut.

Baca juga: Yahukimo Titik Paling Rawan 2025: Tambang Emas Ilegal Jadi Pemicu Berdarah

Evakuasi Warga

Menanggapi situasi yang memanas, aparat keamanan telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penyisiran dan memastikan wilayah kembali kondusif.

Sebagai langkah antisipasi guna menghindari jatuhnya korban tambahan, petugas melakukan evakuasi terhadap masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi kejadian.

"Saat ini situasi sudah terkendali. Petugas keamanan sudah di lokasi untuk mengamankan wilayah sekaligus menjemput masyarakat untuk diungsikan ke daerah Lagari," tambah Samuel.

PT Kristalin Ekalestari sendiri merupakan perusahaan yang telah beroperasi di Nabire sejak tahun 1989.

Insiden ini menambah panjang daftar gangguan keamanan di area objek vital nasional dan wilayah operasional pertambangan di tanah Papua. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.