Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Program Studi (Prodi) PG-PAUD Universitas Nusa Cendana (Undana) terus menyiapkan lulusan agar bisa mengabdi sekaligus menjawab sejumlah tantangan di wilayah 3T atau Tertinggal, Terdepan dan Terluar seperti di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Prodi ini dibuka sejak tahun 2006, tujuannya mencetak guru PAUD dan berkecimpung di bidang tenaga kependidikan, maupun tenaga administratif dan pengelolaan PAUD serta berkontribusi bersama NGO.
Secara umum, PG PAUD melaksanakan empat tugas utama, yakni penelitian, pendidikan, pengabdian dan penunjang. Itu melibatkan mahasiswa dan dosen yang ada di Prodi itu.
"Dari empat program itu kami mengembangkan berbagai kegiatan," kata Sartika Kale, S.Pd.,M.Pd, Koordinator Prodi PG-PAUD Undana, Sabtu (21/2/2026).
Sartika Kale mengatakan, pada aspek pendidikan, banyak perkuliahan selama ini menitikberatkan dengan satuan pendidikan. Pihaknya bekerja sama dengan instansi atau lembaga lainnya dalam sosialisasi maupun edukasi tentang pendidikan seksual anak usia dini dan makanan sehat.
"Dalam penelitian sudah banyak penelitian yang dilakukan yang juga dipublikasikan dalam jurnal terindeks Scopus, terakreditasi Shinta. Penelitian kami bukan hanya tentang outputnya tapi kami integrasikan dalam mata kuliah kami," ujarnya.
Sehingga, perkuliahan yang dilakukan merujuk pada hasil penelitian terdahulu. Sartika Kale menyebut, penelitian yang dilakukan melalui skema kerja sama, salah satunya bersama Pemerintah Kabupaten Malaka, hingga dengan sejumlah LSM.
Sementara dari sisi pengabdian, menurut dia, Prodi PG - PAUD melakukan pengabdian lebih fokus ke Kabupaten Kupang. Wilayah itu dipilih karena terdapat sejumlah PAUD binaan. Pembuatan perangkat belajar, inovasi media belajar dan penilaian anak usia dini, merupakan sejumlah program yang dijalankan di Kabupaten Kupang.
"Untuk bisa berkembang lebih baik dan akreditasi sekolah. Itu lebih banyak di Kabupaten Kupang seperti di Amfoang, Kupang Barat, Kupang Timur," ujarnya.
Berbagai penelitian itu dibukukan dalam cerita dan permainan tradisional. Prodi PG - PAUD membantu guru-guru di daerah untuk menulis permainan tradisional untuk dibukukan. Kerja sama lainnya adalah pelatihan membuat karya tulis ilmiah bersama di Pemerintah Kota Kupang.
Sartika Kale berkata, saat ini fokus PG - PAUD dengan kurikulum OBE, yang mendorong adanya ciri mata kuliah. Itu menjadi pembeda dengan Prodi PG - PAUD di Perguruan Tinggi lainnya.
"Kami mau menunjukkan bahwa strategi guru, penerapan metode pembelajaran itu ketika guru kami disiapkan untuk ada di daerah 3 T. Itu jarang ada di PG - PAUD lain," kata Sartika Kale.
Dia menjelaskan, langkah itu menjadi ciri Prodi PG - PAUD Undana yang sebaran alumni berada di hampir seluruh NTT. Terlebih di wilayah paling pelosok. Sehingga, strategi dan pola yang digunakan harus berbeda dari daerah yang lebih maju.
Baginya, itu yang paling berkarakter, sekaligus berkolaborasi tidak hanya dengan sekolah tapi semua elemen lainnya. Penerapan metode itu adalah memberi ruang lebih agar guru bisa menerapkan cara untuk membawa masalah di daerah itu menemukan solusi.
"Seperti listrik yang tersedia, jaringan internet yang bagus akan berbeda dengan tempat yang belum ada. Nah, guru harus punya strategi yang berbeda, unik yang memanfaatkan konteks yang ada di daerah itu. Itu kami tekankan ke alumni, lulusan," ujarnya.
Sartika Kale menyebut, metode itu telah dilaksanakan dan terus dilakukan penerapan maupun pengembangan hingga persiapan. Salah satu persiapan adalah mendorong dosen untuk memiliki bahan kompetensi guru di tiga daerah 3 T.
Bagi Sartika Kale, sekalipun pembangunan dilakukan terus menyasar wilayah 3 T, namun realitas hingga hari ini para lulusan yang kembali ke daerah asal justru masih menemukan bahwa daerah masih terisolir.
Untuk itu, seiring pembangunan yang dilakukan Pemerintah, Prodi PG - PAUD juga mempersiapkan guru-guru agar bisa membantu wilayah pelosok dengan pembelajaran kontekstual.
"Kalau tidak ada persiapan maka mereka akan punya ketergantungan atau merasa selalu sulit. Maka mereka harus dipersiapkan untuk menghadapi dinamika yang dihadapi di daerah," ujarnya.
Sartika Kale menyebut, terdapat 12 dosen dengan tiga orang yang sedang menempuh pendidikan doktoral. Sedangkan, ada lebih dari 200 mahasiswa aktif yang ada di Prodi PG - PAUD.
Dia menyebut, tantangan yang selalu ada yakni animo mahasiswa yang terus menurun setiap tahunnya. Itu menjadi bagian yang perlu diselesaikan oleh pihaknya dengan mempersiapkan lulusan yang memiliki ciri tersendiri agar menjadi modal utama.
Sartika Kale masih banyak orang yang belum mengetahui tentang pentingnya PG - PAUD sebagai pendidikan dasar untuk menanam, sekaligus membentuk karakter anak yang beranjak ke pendidikan dasar.
Dia mengatakan, sangat tidak tepat lulusan yang bukan dari PG - PAUD mengasuh anak-anak yang ada di bangku PAUD atau Taman Kanak-kanak. Sehingga, pembinaan yang diberikan kurang tepat, bukan sekadar membaca atau mengenal huruf.
"Prodi kami ini hadir untuk menegaskan bahwa PUAD, Taman Kanak-kanak itu penting. Jadi seharusnya kami didukung melalui keterlibatan orang-orang bergabung kesini. Kami tidak hanya memberikan konsep dasar tapi pelatihan dan kerja sama membantu lulusan kami memberikan pembubaran yang tepat," katanya. (fan)