Rekam Jejak Kekerasan Ibu Tiri ke Anaknya di Sukabumi, Korban Berakhir Meninggal: Disiksa Sejak SD
Eri Ariyanto February 22, 2026 06:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kasus kekerasan terhadap anak kembali mengguncang publik setelah seorang bocah di Sukabumi, Jawa Barat, dilaporkan meninggal dunia akibat penyiksaan yang diduga dilakukan ibu tirinya.

Fakta terungkap, korban telah mengalami kekerasan fisik dan psikis sejak duduk di bangku sekolah dasar, namun penderitaannya luput dari perhatian lingkungan sekitar.

Rentetan penyiksaan yang berlangsung bertahun-tahun itu akhirnya berujung tragis, memantik keprihatinan sekaligus kemarahan masyarakat luas.

Baca juga: Siasat Licik Ibu Tiri Usai Siksa Anak di Sukabumi, Bohongi Suami soal Kondisi Korban: Sakit Demam

Tabiat ibu tiri bocah laki-laki yang tewas di Sukabumi dibongkar oleh suaminya sendiri.

Rupanya sang ibu tiri pernah menganiaya korban saat masih duduk di bangku kelas 6 SD.

Bahkan saat itu ia dilaporkan oleh suaminya ke polisi.

Namun karena berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya, sang suami pun akhirnya memaafkan.

Bukannya berubah, sang ibu tiri diduga kembali menganiaya koban inisial NS (12) hingga meninggal dunia.

NS merupakan bocah asal Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi.

Ia kini duduk di bangku kelas 1 SMP dan sekolah di pesantren.

Saat bulan puasa, NS pulang ke rumah dan sempat jalan-jalan bersama ayahnya.

PENGANIAYAAN VIRAL - Ibu tiri di Sukabumi siksa anak, lalu bohongi suami sebut korban demam demi tutupi kejahatan.
PENGANIAYAAN VIRAL - Ibu tiri di Sukabumi siksa anak, lalu bohongi suami sebut korban demam demi tutupi kejahatan. (Dok./TribunBogor)

Penganiayaan itu baru diketahui saat sang ayah, Anwar Satibi, yang tiba-tiba ditelepon oleh istrinya.

"Pas pulang (dari pesantren) belum terjadi apa-apa, kulitnya belum ancur. Terus istri saya nelepon, ‘yah pulang, si Raja sakit panas’, saya pulang. Pas saya pulang memang sangat jauh sebelum keberangkatan saya, kondisi anak saya," tutur Anwar.

Menurut Anwar, tahun lalu anaknya itu juga pernah dianiaya oleh sang istri.

Bahkan ia sempat melaporkan kejadian itu ke polisi, namun berakhir damai.

"Sebelumnya juga pernah terjadi penganiayaan, saya laporkan ke polres PPA, istri saya datang, memohon, sujud ke saya," katanya.

Ia memaafkan sang istri dengan harapan bisa berubah jadi lebih baik.

DIANIAYA IBU TIRI - NS (12) tewas dianiaya ibu tirinya di Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Beredar momen terakhirnya saat berjalan dengan sang ayah.
DIANIAYA IBU TIRI - NS (12) tewas dianiaya ibu tirinya di Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Beredar momen terakhirnya saat berjalan dengan sang ayah. (Instagram/Tangkapan layar Ig @net2netnews.rebor)

"Akhirnya saya minta saran ke Pak H Isep, kata Pak Haji tidak ada salahnya memaafkan seseorang, siapa tahu dia berubah ke depan," ucap Anwar.

Saat itu, kata dia, sang istri sampai membuat surat pernyataan dan video pernyataan.

"Dibikinkan surat penyataan, video pernyataan, dan sebetulnya laporan itu pun belum saya cabut, itu setahun yang lalu waktu kelas 6 SD, sekarang kelas 1 SMP," jelas dia lagi.

Sementara itu kerabat Anwar, H Isep mengatakan bahwa saat kejadian itu ayah korban sedang bekerja ke luar kota.

"Bapaknya lagi gak ada, lagi di Sukabumi kota, lagi usaha," ucapnya.

Menurut Isep, korban adalah sosok anak yang baik.

"Si anak baik-baik saja, kan lagi pesantren, saya yang masukin pesantrennya juga," kata dia.

Rupanya NS dimasukkan ke pesantren karena Anwar dan istrinya sering cekcok gara-gara anak.

"Sering cekcok keluarga ini, pertama masalah anak tersebut, kata saya daripada ribut terus, udah aja masukin pesantren biar aman. Cuma kemarin waktu puasa pada pulang dulu," tuturnya.

Melihat kondisi NS, Isep pun menduga kalau bocah laki-laki itu dianiaya.

Sebab luka-luka di tubuhnya tidak seperti akibat demam tinggi.

"Ada kemungkinan, ada indikasi ini penganiayaan. Ditanya sama ayahnya gak mau jawab, takut," kata dia.

"Alhamdulillah sebelum meninggal sempat sadar, itu ketahuannya pas bapaknya pulang. Seminggu sebelumnya juga sehat jalan-jalan, dari pesantren juga dipelihatkan videonya, sehat," tutunya lagi.

Pada video yang viral di media sosial, NS mengaku diniaya oleh ibu tirinya.

Selain dipukul, NS juga mengaku kalau dirinya sempat disuruh minum air panas.

"Disuruh makan air panas," kata korban lagi.

Naas setelah membuat pengakuan itu, NS tidak bisa lagi bertahan hingga akhirnya meninggal duni di ruang ICU RS Jampang Kulon.

Kepala Instalasi Forensik, Kombes dr Carles Siagian mengungkap adanya luka bakar di lengan, kaki kanan, kii, hingga punggung.

Yang paling mencolok, kata dia, ditemukan luka baka lama yang sudah pemanen di area bibir atas dan hidung.

"Sepertinya terkena panas yang menyebabkan luka bakar. Namun luka tersebut seharusnya tidak menyebabkan kematian," kata dia.

Namun ada kejanggalan saat tim forensik memeriksa bagian organ dalam.

Ditemukan kondisi paru-paru korban yang sedikit membengkak.

Karena luka di tubuh korban dianggap tidak mematikan, tim forensik kini mencari adanya fakto lain di dalam tubuh korban.

"Kami sudah mengambil sampel organ untuk diuji laboratorium di Jakarta. Kami ingin mengetahui apakah ada zat-zat tertentu di dalam organ," jelasnya.

Meski isu dugaan penganiayaan oleh ibu tiri viral di media sosial, dr Carles menegaskan bahwa pihaknya tidak menemukan tanda-tanda kekeasan akibat benda tumpul.

(TribunNewsmaker.com/TribunnewsBogor.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.