Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Koloway
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemkot Surabaya berencana menertibkan pasar tumpah di kawasan Pasar Tembok Dukuh.
Para pedagang diminta memanfaatkan stan yang tersedia di dalam area pasar.
Dari total kapasitas 148 stan, baru 21 stan yang terisi atau sekitar 15 persen.
Baca juga: Jaga Kekhusyukan Selama Ramadan, Pemkot Surabaya Tutup Hiburan Malam
"Melihat kondisi itu, kami ingin melakukan penataan kembali," kata Camat Bubutan, Ferdhie Ardiansyah, saat dikonfirmasi di Surabaya, Sabtu (21/2/2026).
Pemkot Surabaya mulai melakukan sosialisasi kepada para pedagang sejak pekan ini.
Sejumlah perangkat daerah (PD) diterjunkan, mulai dari dinas terkait, kecamatan, hingga PT Pasar Surya (Perseroda).
Sosialisasi menyasar pedagang yang berada di dalam maupun di luar Pasar Tembok Dukuh.
Dalam waktu dekat, optimalisasi fungsi Pasar Tembok Dukuh dilakukan dengan meminta pedagang pasar tumpah masuk ke area pasar.
"Masih ada sekitar 120 stan yang kosong, ini sangat disayangkan. Dengan begitu, kami bisa memindahkan para pedagang pasar tumpah ke Pasar Tembok Dukuh," terangnya.
Rencananya, pedagang ayam potong yang saat ini berjualan di dalam Pasar Tembok Dukuh akan dipindahkan ke sentra khusus.
"Mereka bisa ditempatkan di pasar khusus pedagang ayam potong," ujarnya.
Baca juga: Pemkot Surabaya Larang Produksi dan Penggunaan Petasan Selama Ramadan 2026
Selain sosialisasi, Pemkot juga akan melakukan pendataan pedagang. Bagi pedagang yang ingin memanfaatkan stan di dalam pasar, cukup memiliki KTP Surabaya.
"Jadi khusus untuk pedagang ber-KTP Surabaya. Kalau dari luar Surabaya memang tidak bisa," tuturnya.
Ia menambahkan, sosialisasi akan terus dilakukan selama satu bulan ke depan.
"Kita lakukan sosialisasi bulan ini. Harapannya, bulan depan sudah bisa kita tertibkan para pedagang ini," tandasnya.