TRIBUNNEWS.COM - Laga big match Derbi London Utara antara Tottenham vs Arsenal malam ini diprediksikan menjadi milik The Gunners, Minggu (22/2/2026).
Pertandingan tersebut akan berlangsung di Tottenham Hotspurs Stadium pada pukul 23.30 WIB.
Di Inggris, Debi North London adalah salah satu laga yang paling dinantikan dalam kalender Premier League. Pertemuan kali ini akan menjadi penentu nasib, baik bagi tim Meriam London maupun The Lilywhite yang baru ganti 'nahkoda'.
Arsenal dalam trek juara Liga Inggris, sementara sang rival sekota berada dalam bayang-bayang degradasi.
Tottenham hanya terpaut empat poin dengan West Ham yang berada di batas zona deggradasi, sedangkan Arsenal selisih dua angka dari Man City yang baru memenangkan pertandingan atas Newcastle di Etihad.
Perlu diketahui, Tottenham sebelum berganti nahkoda yang kini dipegang oleh Igor Tudor meraih capaian terburuk dalam satu dekade terakhir.
Delapan pertandingan tanpa kemenangan dengan masing-masing empat kali untuk kalah dan imbang. Satu laga lagi, mereka akan mengulang pencapaian tanpa kemenangan yang terjadi pada periode Agustus sampai November 2007, menurut catatan Opta.
Spurs juga menjadi satu-satunya tim Liga Inggris yang belum meraih kemenangan di tahun 2026.
Ini adalah awal kalender yang buruk bagi The Lilywhites sejak gagal memenangkan satu pun dari 10 pertandingan pertama mereka di tahun 1994.
Oleh karena itu, wajar saja bila manajemen mendepak Thomas Frank dan digantikan dengan Igor Tudor, pelatih yang terkenal bisa meningkatkan performa tim di saat-saat genting.
Igor pernah melakukannya di Liga Italia bersema aUdinese, Hellas Verona, Lazio hingga Juventus.
Tim tersebut mengalami paceklik kemenangan dengan rata-rata poin rendah per pertandingan. Tapi sejak kedatangan Igor, semuanya beranjak ke arah yang lebih baik.
Igor Tudor bahkan menyelamatkan Verona dari jeratan degradasi ketika mereka berada di posisi terbawah tanpa poin hingga finis di papan tengah.
Tapi, Italia berbeda dengan Inggris. Dari banyak hal, termasuk ritme permainan. Belum lagi segenap masalah Tottenham musim ini karena cedera pemain yang mencapai angka 10.
Bagi Arteta, pelatih Arsenal, Derbi London Utara malam nanti bak takdir yang mana jika ingin sesuai harapan harus mereka perjuangkan dan tentukan sendiri.
Menang atau kalah ada di tangan pemain. Termasuk dengan predikat juara atau degradasi.
Arsenal yang berada di puncak klasemen Liga Inggris bukan tanpa masalah sejak awal tahun 2026/
Performa anak asuh Arteta di Liga Inggris mengalami penurunan. Rice dan kolega hanya memenangkan dua dari tujuh pertandingan.
Kedua kemenangan tersebut diraih melawan tim promosi, bahkan ketika melawan tim paling bawah di klasemen, Wolves, Arsenal hanya bermain imbang meski sempat unggul dua gol.
Tapi anehnya, tidak hanya Arsenal yang mengalami penurunan performa, Man City dan Aston Villa yang notabene tim papan atas juga merasakan hal yang sama.
Arsenal mengumpulkan jumlah poin yang sama dengan Man City, yakni 13, sementara Aston Villa mengumpulkan 11 poin.
Dalam periode tersebut, Man United yang paling banyak mengumpulkan poin, yakni 16 poin.
Meskipun begitu, Arsenal masih belum tergoyahkan di puncak klasemen, hanya jarak yang menjadi lebih kecil.
"Ini adalah pertandingan yang paling kami tunggu-tunggu dan yang paling kami nantikan," beber Arteta dikutip dari laman resmi klub.
"Ketika Anda kehilangan poin di peluang terakhir, dengan cara yang sangat tidak terduga untuk gol penyeimbang kedudukan seperti yang terjadi, tidak ada yang benar-benar bisa memahaminya," lanjut Arteta soal beberapa pertandingan Arsenal di tahun 2026 yang kebobolan di menit-menit akhir pertandingan.
Tak hanya melawan Wolves, tetapi juga terjadi saat melawan Inter, Kairat di Liga Champions, hingga Man United.
"Tapi itulah sepak bola dan keindahannya, dan itu adalah sebuah babak," jelasnya.
"Yang sangat menarik bagi saya adalah langkah selanjutnya, yaitu tentang jati diri kita. Apa yang harus kita lakukan tentang ini dan bagaimana kita menulis takdir kita sendiri mulai dari sini dan seterusnya, dan hanya itu," tegasnya.
Menurut prediksi Analyst Opta, Tottenham hanya memiliki rasio 19,3 persen untuk memenangkan pertandingan, sementara Arsenal mencapai 60,1 persen, dan 20,7 persen lainnya berakhir imbang.
23/11/2025 - Arsenal 4-1 Tottenham
31/7/2025 - Arsenal 0-1 Tottenham
16/1/2025 - Arsenal 2-1 Tottenham
15/9/2024 - Tottenham 0-1 Arsenal
28/4/2024 - Tottenham 2-3 Arsenal
Tottenham
Guglielmo Vicario, Archie Gray, Radu Dragusin, Micky van de Ven, Djed Spence, Yves Bissouma, Pape Sarr, Conor Gallagher, Xavi Simons, Randal Kolo Muani, Dominic Solanke.
Pelatih: Igor Tudor
Arsenal
David Raya, Jurriën Timber, William Saliba, Gabriel Magalhães, Piero Hincapié, Martín Zubimendi, Declan Rice, Noni Madueke, Bukayo Saka, Gabriel Martinelli, Viktor Gyökeres.
Pelatih: Mikel Arteta
(Tribunnews.com/Sina)