TRIBUNTRENDS.COM - Dugaan pemicu penganiayaan terhadap bocah berinisial NS (12) di Sukabumi akhirnya mulai terkuak.
Fakta tersebut diungkap paman korban yang mengaku mendengar langsung cerita NS terkait perlakuan yang diduga dilakukan oleh ibu tirinya.
NS dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi memprihatinkan, dengan luka bakar dan melepuh di sejumlah bagian tubuhnya.
Kondisi tragis itu membuat sang ayah, Anwar Satibi, terpukul. Ia mengaku syok saat melihat keadaan putranya yang telah mengalami luka parah.
Keterangan dari pihak keluarga kini menjadi bagian penting dalam pengusutan kasus yang tengah ditangani aparat kepolisian.
Baca juga: Terjawab Simpang Siur Ibu Kandung Bocah yang Diduga Disiksa Ibu Tiri, Datang Melayat ke Pemakaman
Bocah asal Bojongsari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat itu sontak membuat sang ayah, Anwar Satibi syok.
Betapa tidak, Anwar terkejut saat dikabari bahwa anak tunggal kesayangannya, NS masuk rumah sakit secara mendadak.
Hal yang membuat Anwar kian kaget saat melihat tubuh anaknya terluka parah dan melepuh.
Padahal sebelumnya Anwar mengetahui kondisi putranya itu dalam kondisi sehat dan ceria.
Terlebih beberapa hari lalu, Anwar masih sempat mengajak NS jalan-jalan naik mobil saat liburan pesantren.
"Pas mau puasa, diadakan libur dulu (dari pesantren) disuruh pulang ke rumah. Dalam jangka puasa mau 5 hari lagi itu anak masih sehat, jalan-jalan di mobil. Setelah itu bapaknya pergi ke Sukabumi, ibunya nelpon katanya anaknya sakit. Bapaknya pulang subuh-subuh, itu anaknya udah keadaan parah di rumah," ungkap paman korban, Isep Mahesa dilansir TribunnewsBogor.com dari tayangan tv one news, Minggu (22/2/2026).
Anwar pun dibuat tak menyangka usai mendengar penjelasan dari dokter.
Bahwa NS terindikasi mengalami penganiayaan.
Baca juga: Kebohongan Ibu Tiri Soal Nizam ke Suami, Ngaku Hanya Demam & Butuh Salep Saja, Ternyata Melepuh
"Kata ibunya itu bilangnya sakit panas, udah dibawa di rumah sakit. Tapi begitu di rumah sakit, ada dokter bilang kepada bapaknya bahwa ini ada indikasi ada penganiayaan. Setelah itu saya sama bapaknya izin mempertanyakan ke anaknya apa memang ada penganiayaan," pungkas Isep.
Hingga akhirnya, Isep yang ada di rumah sakit pun langsung bertanya ke korban soal siapa yang menganiayanya.
Dengan sigap NS menunjuk ibu tirinya sebagai pelaku penganiayaan dirinya.
Diungkap NS, ia disuruh minum air panas oleh ibu tirinya serta mendapatkan kekerasan lainnya.
"Anak tersebut bisa menjawab sesuai dengan bukti yang ada di video. Almarhum disuruh minum air panas katanya sama mamanya," imbuh Isep.
Mendengar cerita korban, Isep dan Anwar syok.
Isep semakin terkejut kala mengecek tubuh korban dan ditemukan banyak luka bakar.
"Banyak luka bakar, ada yang di tangan, ada yang di paha, di belakang, pinggang, kaki, di mukanya juga di hidungnya, banyak," ungkap Isep.
Baca juga: Masih Ingat Nizam di Sinetron Buku Harian Baim? Kini Sudah Besar, Jadi Remaja Tampan
Kendati demikian, Isep tak mau buru-buru mencap ibu tiri sebagai pelaku penganiayaan NS.
Pun ketika NS dinyatakan meninggal dunia, Isep sebagai paman tetap menyerahkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.
"Saya pribadi belum bisa menyebutkan siapa pelakunya, itu mungkin nanti dari penyidik, saya tidak mau menjadikan fitnah," akui Isep.
Meski begitu, Isep tak bisa meninggalkan sebuah fakta soal perangai temperamen dari ibu tiri terhadap korban.
Diceritakan oleh ayah korban yakni Anwar, putranya itu memang sempat ribut dengan anak angkat terduga pelaku yakni ibu tirinya.
Selama ini NS kabarnya kerap diperlakukan tak adil oleh ibu tirinya.
Ibu tiri tersebut bak pilih kasih dan lebih memilih sayang ke anak angkatnya ketimbang anak suaminya.
"Si ibu tirinya itu punya anak angkat dua, dan bapak ini punya anak satu. Nah di situ mungkin namanya anak ada sedikit berantem, jadi ibunya kata bapaknya itu ada keberpihakan. Jadi seolah-olah tersisihkan lah anak bapak Anwar Satibi itu (korban)," ujar Isep.
Karenanya, Isep lah yang menyarankan agar NS dimasukkan ke pesantren saja agar tidak berkonflik dengan anak angkat ibu tirinya.
"Makanya saya arahkan, daripada ribet banyak masalah di rumah tangga, udah aja (korban) dimasukkan ke pesantren," pungkas Isep.
Tak disangka justru di momen liburan pesantren tersebut, NS harus mengalami nasib pilu hingga tewas.
Tak terima anaknya meninggal dunia, Anwar berharap pelakunya dihukum berat.
"Harapan saya kalau memang terbukti siapapun itu yang melakukan kejahatan terhadap anak saya, saya minta dihukum seberat-beratnya, bila perlu hukuman mati," kata Anwar Satibi.
(TribunTrends.com/TribunBogor.com)