Ibu Tiri Berstatus Terlapor, Polres Sukabumi Periksa Keterangan 16 Saksi Terkait Kasus Kematian NS
Moch Krisna February 22, 2026 11:01 AM

 





TRIBUNSUMSEL.COM --
Polres Sukabumi angkat bicara terkait keterlibatan TR ibu tiri dalam kasus tewasnya NS diduga akibat penganiayaan.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Hartono menyampaikan penyidik hingga saat ini masih melakukan sinkronisasi data.

Adapun TR sekarang masih sebagai terlapor dalam kasus tewasnya NS.

Penetapan status lebih lanjut tengah menunggu hasil laboratorium definitif.

"Penyidik sedang bekerja keras melakukan sinkronisasi antara keterangan 16 saksi ini dengan temuan di lapangan. Terkait sebab pasti kematian, kami masih menunggu hasil laboratorium Patologi Anatomi dan Toksikologi Forensik terhadap sampel organ dalam korban," ujar Hartono melansir dari Tribunjabar.com, Minggu (22/2/2026)

Polisi memastikan penanganan kasus ini berjalan sesuai prosedur UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal bagi siapapun yang terbukti melakukan kekerasan terhadap anak di bawah umur

Sementara itu, Kapolres Sukabumi, AKBP Samian menegaskan, bahwa kepolisian bekerja secara profesional dan sangat hati-hati dalam menangani kasus ini.

 

BOCAH TEWAS DI SUKABUMI - Bocah di Sukabumi Ngaku Disiksa Ibu Tiri Sebelum Tewas, Tubuh Melepuh: Disuruh Minum Air Panas
BOCAH TEWAS DI SUKABUMI - Bocah di Sukabumi Ngaku Disiksa Ibu Tiri Sebelum Tewas, Tubuh Melepuh: Disuruh Minum Air Panas (Tribun Bogor)

 

Penyelidikan tidak hanya bersandar pada keterangan saksi mata, tetapi juga pada bukti-bukti medis yang valid.

"Saat ini total 16 saksi telah kami mintai keterangan secara mendalam. Saksi-saksi tersebut mencakup keluarga, saksi yang melihat kondisi TKP, hingga saksi ahli dari tenaga medis atau dokter yang menangani korban," ungkap AKBP Samian 

Samian menjelaskan bahwa pihaknya mengedepankan pembuktian ilmiah untuk menentukan arah kasus tersebut.

"Kami tidak ingin berspekulasi. Setiap keterangan saksi yang masuk akan kita kroscek secara teliti dengan hasil visum dan otopsi guna memastikan apakah luka-luka tersebut memiliki persesuaian dengan dugaan tindak pidana yang dilaporkan," tegas Samian.


Bantah Menganiaya

Rawat NS (12) anak sambungnya sejak duduk di kelas 3 SD, TR ibu tiri disorot setelah dituduh melakukan penganiayaan hingga membuat korban meninggal membantah keras hal tersebut.

Lewat pesan voice note Whatsapp, TR menegaskan tidak pernah menyiram air panas ke tubuh NS.

 "Saya berharap semoga ada kemukjizatan dari yang Mahakuasa karena bukan seperti ini yang saya harapkan, dan tidak sekejam itu seperti yang dituduhkan oleh para netizen.Netizen itu memang yang mahabenar segalanya, tetapi kan tidak seperti itu sebenarnya, bukan kaya begitu," kata NS melansir dari Kompas.com, Minggu (22/2/2026).

Lebih jauh, luka melepuh pada tubuh NS disebut TR akibat panas yang melanda almarhum.

"Terkait penyiraman yang kaya gitu, itu tidak benar dan tidak ada, jujur itu kalaupun ada kulit yang melepuh (pada NS), itu faktor dari panas dalam gitu, terus akibat (ada dugaan penyakit yang diderita NS), jadi tidak ada yang namanya penyiraman air panas, ataupun minum air panas tidak pernah ada, saya tidak kejam seperti yang dituduhkan netizen," lanjut TR.

Dirinya kini hanya pasrah atas apa yang telah terjadi.

TR kemudian menegaskan kembali, bahwa ia tidak melakukan soal penyiraman air panas seperti yang dituduhkan itu 

Dia berujar bahwa kini tinggal waktu yang menjawab.

 "Biar waktu yang menjawab semuanya, biar waktu yang menjawab segalanya seperti apa kebenaran dan keasliannya," ujar TR.

 

Kronologi

Kasus ini kini viral di media sosial setelah muncul dugaan bahwa NS tewas akibat penganiayaan berat oleh ibu tirinya.

Kejadian bermula saat ayah korban, Anwar Satibi, sedang bekerja di luar kota sebagai teknisi pemasangan gigi panggilan.

Setelah dua hari meninggalkan rumah, Anwar mendapatkan panggilan telepon yang mendesak dari istrinya.

“Saya ditelepon istri, katanya, ‘Yah pulang, si Raja tidak damang (sakit), sudah ngelantur, panas,’” ujar Anwar 

Anwar segera pulang dengan perasaan cemas.

Namun, ia tidak menyangka akan melihat kondisi anak sulungnya yang sebelumnya sehat walafiat berubah menjadi mengerikan dalam waktu singkat.

“Faktanya sebelum saya berangkat ke Sukabumi, anak saya sehat-sehat saja. Pas saya pulang, kulitnya sudah pada melepuh,” katanya.

 

Kulit Melepuh

Melihat luka melepuh di sekujur tubuh NS, Anwar langsung menanyakan penyebabnya kepada sang istri.

Namun, jawaban yang ia terima terasa tidak masuk akal.

Istrinya mengaku, bahwa luka anaknya tersebut hanyalah dampak dari demam tinggi.

“Saya tanya, ‘Mah, kenapa kulitnya seperti ini?’ Dijawab karena sakit panas,” ucap Anwar.

Meski sempat ragu, Anwar membawa anaknya ke RS Jampang Kulon karena kondisi NS yang semakin kritis.

 

Pernah Lapor ke Polisi

Anwar mengaku bahwa istrinya itu pernah memukuli NS hingga ia melaporkannya ke polisi.

"Dia itu punya anak angkat, yang satu istri (perempuan) dan laki-laki, tapi anak angkat ya buka anak dia. Memang kalau berantem anak saya dengan anak itu, anak dia itu kelas 2 SMA, anak saya kelas 6 SD, kalau berantem sama anak itu yang dipukul anak saya," cerita Anwar.

"Pas terjadi penganiayaan yang saya laporkan satu tahun lalu di Polres itu gara-gara berantem sama anak itu. Jadi ini sudah pernah terjadi," tambahnya.

Namun saat itu kasus penganiayaan diselesaikan secara mediasi.

"Dia sujud ke saya, jangan lapor, mama mau tobat, akhirnya terjadi perdamaian. Sebetulnya laporan di Polres juga belum saua cabut yang tahun lalu," katanya.

 

Menuntut Keadilan dan Efek Jera

Mengingat adanya rekam jejak dugaan kekerasan sebelumnya (termasuk kabar bahwa kasus ini pernah dilaporkan setahun lalu), Anwar kini bersikeras menuntut keadilan melalui jalur autopsi.

Anwar ingin kebenaran terungkap secara medis tanpa ada yang ditutup-tupi.

“Saya tidak bisa menuduh sembarangan. Makanya saya ingin autopsi supaya jelas,” tegasnya.

Anwar telah melaporkan kasus ini secara resmi ke Polsek Jampangkulon dan berharap hukum bertindak tegas terhadap siapapun yang bertanggung jawab atas hilangnya nyawa buah hatinya.

“Kalau memang terbukti, saya ingin ini jadi efek jera. Kita ini negara hukum, jangan semena-mena,” pungkas Anwar dengan nada tegas.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.