Masjid Raya Fatimah, Langganan para Pengantin
Akmal KhoirulHabib February 22, 2026 12:42 PM

- Lebih dari sekadar tempat salat, Masjid Raya Fatimah menjelma menjadi ruang yang menyatukan nilai spiritual, budaya, dan cinta. Di sanalah, doa-doa dipanjatkan, ilmu ditanamkan, dan janji suci diikrarkan.

Di tengah hiruk-pikuk Kota Bengawan, berdiri sebuah masjid yang tak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga saksi ribuan janji suci.

Masjid Raya Fatimah, yang berlokasi di Jalan dr Radjiman Nomor 193, Jayengan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta, Jawa Tengah telah lama dikenal masyarakat sebagai “Masjid Pengantin”.

Julukan itu bukan tanpa alasan, sejak dipindahkan ke lokasi sekarang pada 2004, masjid ini menjelma menjadi destinasi religi sekaligus pilihan utama pasangan calon pengantin untuk melangsungkan akad nikah.

Letaknya yang berada di jalur utama pusat kota membuat akses menuju masjid begitu mudah dijangkau, baik oleh warga Solo maupun pendatang dari luar daerah.

Dari luar, bangunan masjid tampak megah dengan arsitektur modern yang berpadu serasi dengan sentuhan tradisional.

Rimbunnya pepohonan dan tanaman hijau di sepanjang jalan masuk menghadirkan suasana sejuk dan menenangkan.

Sebuah lorong bernuansa hijau menuntun langkah pengunjung menuju area utama masjid. Spot yang kerap dimanfaatkan untuk berfoto karena tampilannya yang estetik dan Instagramable.

Memasuki ruang dalam, nuansa klasik khas Jawa berpadu sentuhan Timur Tengah langsung terasa. Dinding utama masjid didominasi gebyok kayu jati berukir motif batik.

Ukiran raksasa itu bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan simbol kuatnya akar tradisi lokal yang dihadirkan dalam balutan kemegahan. 

Kesan mewah sekaligus hangat menyelimuti ruangan, menciptakan atmosfer sakral yang mendukung prosesi akad nikah.

Tak heran jika ribuan pasangan telah mengikat janji suci di tempat ini. Takmir masjid menyediakan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari ruang resepsi berpendingin udara hingga pelaminan berlatar ukiran Jawa.

Menariknya, biaya penyelenggaraan acara di masjid ini relatif terjangkau dibandingkan gedung pertemuan lain, sehingga dapat diakses oleh berbagai kalangan masyarakat.

Keistimewaan Masjid Raya Fatimah tidak berhenti pada arsitektur dan fasilitasnya.

Di dalam ruangan, tersimpan koleksi Al-Qur’an raksasa yang diletakkan dalam kotak kaca pelindung. Kitab suci tulisan tangan dengan tinta emas itu berukuran sekitar 175 sentimeter x 114 sentimeter dan memiliki berat puluhan kilogram.

Konon, Al-Qur’an tersebut pemberian Keraton Kasunanan Surakarta dan berusia lebih dari 250 tahun, menjadi daya tarik yang memikat perhatian jemaah.

Sejarah berdirinya masjid ini juga menyimpan kisah tersendiri. Awalnya, bangunan masjid berada di kawasan Batik Danarhadi Kemlayan. Pembangunannya merupakan inisiatif keluarga besar pemilik Batik Danarhadi, almarhum H Santosa Doellah.

"Nama “Fatimah” diambil dari ibunda pemilik Batik Danarhadi sebagai simbol kasih sayang sekaligus bentuk penghormatan kepada sang ibu," ujar Ustaz Muhammad Hanif, Manajer Masjid Raya Fatimah, saat ditemui pada Selasa (10/2/2026).

Kini, selain menjadi lokasi pernikahan, Masjid Raya Fatimah juga berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan dan pendidikan. Program Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) rutin digelar untuk anak-anak di sekitar masjid.

Saat Ramadhan, kata Hanif, suasana semakin semarak dengan berbagai kegiatan ibadah dan kajian sembari menunggu waktu berbuka puasa. Bahkan, para musafir diperkenankan menginap hingga tiga hari.

Lebih dari sekadar tempat salat, Masjid Raya Fatimah telah menjelma menjadi ruang yang menyatukan nilai spiritual, budaya, dan cinta. Di sanalah, doa-doa dipanjatkan, ilmu ditanamkan, dan janji suci diikrarkan—menguatkan posisinya sebagai salah satu ikon religi sekaligus romantisme di Kota Solo.

Program: Ngabuburit Asyik
Host: Nurma Aisyah
Editor: Akmal Khoirul Habib

#ngabuburit #ramadhan2026 #masjid #masjidrayafatimah #ngabuburitasyik #ramadhan #ramadan #masjidpengantin #sejarah #sejarahislam #sejarahmasjid #indonesia

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.