SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Pemerintah Kota Palembang tengah mematangkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) sebagai solusi transformasi pengelolaan limbah perkotaan.
Fasilitas ini diproyeksikan mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari dan mengonversinya menjadi energi listrik bersih sebesar 20 Megawatt (MW).
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menyatakan optimisme bahwa PLTSA ini akan menjadi jawaban konkret atas volume sampah harian kota yang kini mencapai 1.100 hingga 1.200 ton.
Teknologi ini diklaim mampu mereduksi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hingga 80 persen.
"Selain mengurangi ketergantungan pada lahan pembuangan, langkah ini krusial untuk menekan emisi gas metan. Dari sisi kesehatan, kami menjamin operasionalnya aman karena menggunakan teknologi filtrasi berlapis untuk menjaga parameter udara tetap di bawah baku mutu," ungkap Ratu Dewa, Minggu (22/2/2026).
Meski teknologi di sektor hilir telah siap, Ratu Dewa mengakui adanya tantangan besar di sektor logistik.
Untuk menjaga stabilitas operasional mesin selama 24 jam, diperlukan pasokan sampah konsisten sebesar 40 hingga 50 ton per jam.
Saat ini, Palembang masih kekurangan sekitar 65 unit armada pengangkut dari total kebutuhan ideal 225 unit.
Pemerintah berencana melakukan peremajaan kendaraan tua serta pengadaan unit baru agar manajemen distribusi sampah berbasis data dapat berjalan lebih terukur.
Proyek ini tidak hanya berfokus pada lingkungan, tetapi juga diproyeksikan menjadi motor penggerak Ekonomi Asli Daerah (PAD).
Listrik sebesar 20 MW yang dihasilkan rencananya akan dikerjasamakan dengan pihak PLN untuk disalurkan ke jaringan listrik kota.
"Pendapatan dari penjualan listrik akan diputar kembali untuk pemeliharaan infrastruktur dan sistem sanitasi. Sampah tidak lagi menjadi beban biaya, melainkan aset pembangunan," jelasnya.
Di sisi lain, Ratu Dewa menekankan bahwa keberhasilan sistem ini tetap bergantung pada partisipasi masyarakat melalui prinsip 4R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace).
Saat ini, program "Satu Kelurahan Satu Bank Sampah" telah mengaktifkan 96 bank sampah di 107 kelurahan untuk memilah sampah sejak dari sumbernya.
Dengan integrasi teknologi PLTSA dan sistem smart city, Palembang menargetkan diri menjadi cetak biru (blueprint) bagi kota-kota besar lain di Indonesia dalam mengimplementasikan konsep ekonomi sirkular yang mandiri dan berkelanjutan.