TRIBUNNEWS.COM - Merebut takhta klasemen Liga Spanyol dari Real Madrid dengan kepercayaan diri, itulah yang dibutuhkan Barcelona saat menghadapi Levante malam ini di Camp Nou, Minggu (22/2/2026) pukul 22.15 WIB.
Setelah pekan-pekan yang berat karena dihajar Atletico Madrid di Copa del Rey, kemudian Girona, Hansi Flick, pelatih Barcelona penurunan performa dari anak asuhnya.
Oleh karena itu, pasca-pertandingan lawan Girona, Hansi Flick memberikan waktu libur dua hari agar pemain dapat kembali dengan suasana yang lebih tenang dan kondisi yang lebih bugar.
Dan itu tercipta dari kacamata Hansi Flick.
"Setelah dua kekalahan dan tidak menunjukkan performa terbaik kami, libur dua hari ini sangat bermanfaat. Saya bisa melihat para pemain lebih segar," beber Hansi Flick dikutip dari Barca Blaugranes.
Mantan pelatih Bayern Munchen itu menyadari, ada beberapa hal yang harus dibenahi oleh anak asuhnya, termasuk mental dan rasa percaya diri.
Bagaimana tidak, empat gol Atletico Madrid diborong di babak pertama yang membuat Barcelona tidak bisa berbuat banyak.
Kemudian saat melawan Girona, kesalahan-kesalahan yang serupa juga terlihat.
Oleh sebab itu, melawan Levante yang notabene tim papan bawah Liga Spanyol (19) bisa menjadi momentum kebangkitan Blaugrana. Apalagi bermain di hadapan publik Camp Nou.
"Kami bermain di kandang dan kami harus memenangkan tiga poin. Kami ingin mendapatkan kembali kepercayaan diri," katanya.
"Wajar bila kalah dan tidak bermain bagus keraguan akan muncul. Kami sudah sangat jujur. Semua orang yakin dengan apa yang kami lakukan," jelasnya.
Sebelum pertandingan melawan Levante, Hansi Flick melakukan pertemuan internal dengan timnya untuk membahas apa yang terjadi saat ini.
Di mana letak kesalahan mereka sehingga kalah dalam dua laga terakhir, dan itu adalah langkah yang dilakukan oleh pelatih asal Jerman tersebut setiap menangani tim.
"Telah terjadi debat terbuka, Saya juga ingin meluruskan keadan. Penting untuk dapat membicarakan situasi, bagaimana melakukan sesuatu, dan mengelolanya," ungkapnya, dikutip dari Football Espana yang melaporkan pertemuan tersebut memakan waktu hingga satu jam.
Satu di antara apa yang menjadi masalah Barcelona saat ini adalah sosok pemimpin di lapangan.
Barcelona tak kurang menciptakan peluang, menguasai permainan, tetapi mereka kerap kehilangan ritme, dan terkadang tidak bermain dengan dinamika yang kuat sehinga mampu dieksploitasi lawan.
"Kami membutuhkan tip pemain seperti ini di lapangan, dan karena itu saya telah memberi tahu mereka bahwa saya ingin mereka menjelaskan kepada saya apa yang mereka pikirkan," katanya.
"Kita mungkin tidak memiliki panutan seorang pemimpin, tetapi adalah tugas setiap orang untuk membantu mereka berkembang setiap saat."
"Saya yakin dengan tim saya dan menantikan pertandingan berikutnya. Kami telah melupakan kekalahan di dua pertandingan sebelumnya," jelasnya.
Hansi Flick sejak menjabat Barcelona hanya kehilangan satu dari lima kesempatan meraih gelar, dan musim ini peluang-peluang tersebut masih terjada.
Di Liga Spanyol, momentum bangkit dari kekalahan tidak hanya menjadi pelecut, tetapi juga dapat membuahkan hasil takhta klasemen.
Ini adalah saat yang tepat untuk mengkudeta Real Madrid karena kalah dari Osasuna.
Dengan begitu, Real Madrid dan Barcelona kini hanya terpaut dua angka.


















(Tribunnews.com/Sina)