TRIBUNJOGJA.COM, MANCHESTER - Pep Guardiola memberikan pengakuan jujur tentang perebutan gelar setelah Manchester City vs Newcastle United berakhir 2-1, Minggu.
Dengan kemenangan itu, Cityzens memperkecil selisih poin di puncak klasemen Liga Inggris menjadi dua poin dari Arsenal di puncak.
Pelatih Manchester City itu menyebut bahwa banyak pemainnya saat ini belum pernah terlibat dalam perebutan gelar Liga Inggris di akhir musim.
Mereka berhasil memanfaatkan hasil imbang 2-2 Arsenal dengan Wolverhampton Wanderers pada hari Kamis.
Pada pertandingan tadi malam, dua gol Nico O'Reiley dibalas oleh gol penyeimbang Lewis Hall untuk The Magpies.
Kemenangan itu memperpanjang rekor tak terkalahkan City atas Toon Army dalam pertemuan kandang di liga utama menjadi 22, di mana menjadi kemenangan ke-16 mereka.
Setelah meraih kemenangan ke-17 secara keseluruhan di musim Liga Inggris yang sedang berlangsung, Guardiola mencatat kurangnya pengalaman para pemainnya saat ini.
Namun Guardiola mengakui minimnya pengalaman dalam skuad yang mengejar gelar juara Liga Inggris sebagai penyebabnya.
Berbicara kepada TNT Sports via Mirror Football, Guardiola percaya bahwa skuadnya saat ini kurang memiliki pengalaman yang dibutuhkan dalam menghadapi tekanan tinggi di akhir musim.
Menurutnya, sekitar 70 persen pemainnya belum pernah berada dalam situasi memperebutkan gelar juara sebelumnya.
"Kemenangan besar. Newcastle adalah tim yang luar biasa. Tim yang hebat," kata pelatih City.
"Kekuatan fisik dan kecepatan yang mereka miliki di lini depan. Sangat tangguh, tetapi tim ini luar biasa."
“75 persen pemain belum pernah bermain dalam situasi seperti itu dan saya sendiri tidak. Kita harus mengalaminya. Mereka tahu, kita tahu, bahwa hingga akhir musim setiap pertandingan akan seperti ini.”
Guardiola kemudian memuji dukungan para pendukung tuan rumah saat klub bersiap untuk lima pertandingan kandang terakhir musim ini melawan Nottingham Forest, Crystal Palace, Arsenal, Brentford, dan Aston Villa.
"Hari ini kami memiliki jumlah penonton terbanyak tahun ini," kata pelathi City.
"Para pendukung kami luar biasa. Saya sangat bangga menjadi manajer dari para penggemar yang luar biasa ini.
“Sekarang saatnya istirahat selama tiga hari dan bersiap untuk pertandingan melawan Leeds."
Gol-gol O'Reilly tadi malam membuat gelandang serbaguna yang mampu bermain sebagai bek kiri ini mencetak empat gol di Liga Inggris.
Catatan itu menjadikannya pencetak gol terbanyak kelima City setelah Erling Haaland (22), Antoine Semenyo (13), Phil Foden (tujuh) dan Tijjani Reijnders (lima).
Sementara itu, pemain jebolan akademi Man City itu menggambarkan kemenangan tersebut sebagai mimpi untuk memenangkan gelar Liga Inggris pertamanya bersama klub tersebut.
"Meraih kemenangan seperti ini adalah impian saya," kata pemain berusia 20 tahun itu kepada TNT Sports .
"Masih banyak pertandingan tersisa. Kita harus menjalani setiap pertandingan satu per satu. Saya menikmati setiap momen dan menghayati semuanya."
"Tentu saja (City bisa memenangkan gelar). Kami selalu percaya kami bisa memenangkan pertandingan.
“Kami punya waktu istirahat seminggu, jadi kami bisa mempersiapkan diri dengan sangat baik untuk pertandingan ini. Kami hanya perlu terus maju."
Kemunculan O'Reilly menjadi sorotan di musim ini, di mana Manchester City harus beradaptasi dengan beberapa cedera pemain bintang dan perubahan taktik di lini tengah.
Tadi malam, O'Reilly sukses memainkan perannya sebagai gelandang serang di sisi kiri dalam formasi 4-1-3-2, dengan torehan dua golnya.



















