Amnesty International: Oknum Brimob Aniaya Siswa di Tual hingga Tewas adalah Pelanggaran HAM
Mesya Marasabessy February 22, 2026 01:52 PM

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Amnesty International menyebut kasus penganiayaan Arianto Tawakal (14) siswa MTs Negeri Maluku Tenggara oleh oknum Brimob Polda Maluku berinisial MS di Kota Tual, merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

MS anggota Brimob Polda Maluku Batalyon C diduga menganiaya Aprianto Tawakal hingga tewas di jalan dekat RSUD Maren, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual, Provinsi Maluku.

Direktur Eksekutif Amnesty International, Usman Hamid mengatakan, kasus Arianto Tawakal di Kota Tual, 19 Januari kemarin adalah pembunuhan di luar hukum.

"Kasus ini adalah pelanggaran berat HAM, saya sampai tak bisa menahan hati melihat video dan foto Arianto," ujar Usman kepada TribunAmbon.com, Minggu (22/2/2026).

Baca juga: Oknum Brimob Aniaya Siswa Hingga Tewas di Tual, Menko Yusril: di Tual di Luar Perikemanusiaan

Baca juga: DEMA PTKIN Timur Sebut Brimob Aniaya Siswa MTs di Tual adalah Kegagalan Pemimpin

Ia mengaku, peristiwa yang menimpa siswa MTs Negeri Maluku Tenggara itu membuat dirinya mulai kehilangan rasa simpati pada institusi kepolisian.

"Tentu kita tak terima, setelah menganiaya korban lalu polisi justru buat narasi seakan menyudutkan bahwa Arianto dikaitkan sama aksi balap liar dan diterbitkan," katanya.

Bagi Usman, cara yang dipakai dalam kasus Arianto Tawakal di Tual adalah pola framing amatiran jajaran Polri, dan sering digunakan ketika polisi merenggut nyawa warga sipil.

"Kasus ini mengingatkan kita pada kasus kekerasan polisi, yang merenggut nyawa Gamma pelajar di Semarang," jelasnya.

Alih-alih bertindak tegas dan mengungkap tabir dibalik peristiwa, polisi justru kembali menuduh Gamma (korban) terlibat tawuran.

"Cara menutupi-nutupi kebenaran hanya kian merusak kepercayaan publik kepada citra institusi Kepolisian di Indonesia," tegasnya. 

Direktur Amnesty itu bilang, keterangan kakak korban sudah jelas bahwa mereka jalan sendiri dari arah Rumah Sakit Maren balik ke rumah, dan posisi turunan sehingga motor mereka cukup laju di jalan tersebut.

Tak hanya itu, kaka kroban juga memberikan kesaksian di penyidik bahwa ada anggota Brimob di pinggir jalan, mengayunkan helm yang dipakai ke arah wajah Arianto Tawakal.

"Saya kira aksi arogansi polisi bikin orang bakal antipati terhadap institusi kepolisian, pengawasan lemah, Kompolnas dan Komisi III DPR RI juga ikutan lembek," tegasnya.

Menurutnya, kepolisian yang amatiran adalah cerminan pemerintah amatir, maka negara juga setiap tahun terus memproduksi ironi hak asasi manusia, dan menumbalkan rakyat.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.