Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Aktivitas digital yang semakin meningkat berbanding lurus dengan risiko scam dan spam, tak terkecuali di DIY.
Berdasarkan data Indonesia Anti Scam Center (IASC), laporan scam di DIY mencapai 7.034 per November 2025. Nilai kerugian masyarakat ditaksir Rp143,88 miliar.
Itulah yang mendasari Indosat Ooredoo Hutshison (Indosat) melalui IM3 menghadirkan fitur SATSPAM+ (Satuan Anti Scam dan Spam Plus).
EVP Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison, Fahd Yudhanegoro mengatakan kasus penipuan digital selama Ramadan cenderung meningkat.
Berdasarkan data tahun 2025, penipuan, 89 persen penipuan melalui WhatsApp dan 64 persen melalui panggilan telepon.
"Itulah sebabnya kami menghadirkan kampanye IM3 SATSPAM+ Amankan Pejuang Ramadan. Fitur SATSPAM+ ini akan melindungi pelanggan dari ancaman penipuan melalui SMS, panggilan reguler, termasuk WhatsApp. Apalagi di DIY ada lebih dari 200.000 pelanggan Indosat," katanya.
Ia menyebut sejak diluncurkan Agustus 2025, aktivasi fitur IM3 SATSPAM+ di DIY terus bertumbuh.
Hal ini menunjukkan respon pelanggan yang positif.
Respon ini juga menegaskan kesadaran perlindungan digital menjadi kebutuhan utama.
"Di periode seperti Ramadan, ketika komunikasi dan transaksi meningkat, kami ingin pelanggan dapat menjalani aktivitas dengan lebih tenang, tanpa khawatir hasil kerja kerasnya terancam penipuan," sambungnya.
Perlindungan IM3 SATSPAM+ pun didukung oleh jaringan AIvolution 5G.
Melalui gabungan kecanggihan AI dan kekuatan 5G, IM3 SATSPAM+ bisa lebih cepat dan aman.
Baca juga: Fakta-fakta dan Kronologi Ledakan Kembang Api yang Hanguskan Satu Rumah di Blimbingsari Sleman
Jaringan 5G di DIY pun terus diperluas, dan kini hadir di 14 kemantren di Kota Yogyakarta, 3 kapanewon di Bantul dan 7 kapanewon di Sleman.
"Sekitar 305 BTS aktif terintegrasi dengan 5G dan teknologi berbasis AI, sehingga kualitas konektivitas tetap stabil, bahkan saat trafik meningkat signifikan di titik-titik mobilitas tinggi selama Ramadan, seperti pusat perbelanjaan, area pendidikan, kawasan pemukiman, hingga hub transportasi dan ruang publik," ujarnya.
Tidak hanya menghadirkan deteksi otomatis, fitur SATSPAM+ juga dilengkapi dengan opsi pemblokiran nomor mencurigakan, serta laporan harian yang dapat dipersonalisasi.
SPV Head of Marketing Circle Java Indosat Ooredoo Hutshison, Adiyanto Adhikusumo mengungkapkan secara nasional adda 2,5 juta pelanggan yang telah melakukan aktivasi. Sudah ada sekitar 124 ribu nomor yang diblokir.
"Jadi sudah cukup banyak yang kita identifikasi. Dan kita bisa mengamankan pelanggan atas potensi spam dan scam. Sampai sekarang jumlah valuasi penipuan itu sampai 500 juta dolar, cukup besar. Jadi semakin banyak pelanggan yang pakai (SATSPAM+), kita bisa meminimalisir potensi kerugian akibat spam dan scam," ungkapnya.
Ia mengklaim Indosat menjadi operator seluler pertama di Indonesia yang mampu memberikan perlindungan spam dan scam di WhatsApp.
"Kami banyak menerima masukan dari pelanggan, bahwa semakin banyak penipuan melalui WhatsApp call. Jadi kita mencoba untuk melindungi pelanggan agar terhindar dari potensi spam dan scam. Jadi untuk proteksi WhatsApp call itu IM3 yang pertama kali," ujarnya.
Pihaknya pun akan terus mengedukasi masyarakat akan pentingnya proteksi spam dan scam. Apalagi aktivasi fitur SATSPAM+ sangat mudah, hanya melalui aplikasi MyIM3.
"Fitur ini untuk semua pelanggan IM3, pelanggan baru maupun pelanggan lama bisa dengan mudah mengaktivasi melalui aplikasi MyIM3. Kami juga akan terus melakukan edukasi," pungkasnya. (*)