- Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) disebut telah mengambil alih kendali atas komando operasional Hizbullah Lebanon.
Disebut juga sebagai prsiapan perang total melawan agresi Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Mengutip Tribunnews pada (22/2), hal ini dikabarkan menurut sebuah laporan intelijen terbaru, pertama kali diangkat oleh media Arab.
Laporan media Arab menyebut IRGC kini mengambil alih kendali langsung atas Hizbullah, bukan sekadar sebagai pendukung dana atau penasihat.
Langkah yang disebut sebagai respons terhadap ancaman militer Presiden AS Donald Trump terhadap program nuklir Iran.
Teheran memposisikan Hizbullah sebagai benteng pertahanan terdepan.
Jika fasilitas vital Iran diserang AS, maka IRGC akan memerintahkan Hizbullah melancarkan serangan roket besar-besaran ke wilayah Israel sebagai tekanan balik terhadap Washington.
IRGC juga dilaporkan meningkatkan suplai senjata canggih ke Lebanon melalui Suriah.
Termasuk sistem pertahanan udara, drone bunuh diri, dan rudal jarak jauh.
Sejumlah perwira senior Pasukan Quds disebut berada di Lebanon Selatan dan Lembah Bekaa untuk memperbarui doktrin tempur Hizbullah.
Sebagai informasi tambahan menanggapi ancaman ini, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) meningkatkan kewaspadaan di perbatasan utara dan memperingatkan potensi perang skala penuh.
Program: Tribun Video Update
Host: Yessy Arisanti Wienata
Editor Video: Hadiyya Qurrata
Uploader: bagus gema praditiya sukirman