TRIBUNTRENDS.COM - Inilah sosok TR, ibu tiri yang diduga siksa bocah 12 tahun di Sukabumi, Jawa Barat.
Bocah inisial NS alias Nizam meninggal dunia setelah diduga disiksa ibu tiri.
Nizam meninggal dunia di rumah sakit dan sempat menunjuk sang ibu tiri sebagai pelaku penyiksaan.
Di sisi lain, wanita berinisial TR yang merupakan ibu tiri NS membantah telah menyiramkan atau mencekoki korban dengan air panas.
Ia malah mengungkit kejadian di masa lalu dengan korban, dimana menurut pengakuannya, ia malah bersikap baik sejak NS masih kecil.
TR menegaskan bahwa dirinya telah merawat NS sejak korban masih duduk di kelas 3 SD.
Baca juga: Kesaksian Pilu Bocah Sukabumi Sebelum Tiada, Pembelaan Ibu Tiri Telah Merawat NS Sejak Kelas 3 SD
Atas kebaikan yang dilakukan terhadap korban, TR kini merasa telah difitnah.
Ia menolak disebut kejam dan memilih untuk pasrah menunggu proses hukum berjalan.
"Saya berharap semoga ada kemukjizatan dari yang Mahakuasa karena bukan seperti ini yang saya harapkan, dan tidak sekejam itu seperti yang dituduhkan," kata TR.
TR mengeklaim bahwa luka melepuh pada tubuh NS bukanlah akibat siksaan, melainkan dampak dari kondisi medis yang dialami korban.
Ia menyebut adanya faktor panas dalam yang parah dan dugaan penyakit lain yang diderita sang anak hingga menyebabkan kulitnya mengelupas.
"Biar waktu yang menjawab semuanya, biar waktu yang menjawab segalanya seperti apa kebenaran dan keasliannya," pungkas TR.
Saat ini, tim dokter forensik masih berupaya memastikan penyebab utama kematian korban.
Meski ditemukan luka bakar yang luas, dokter belum bisa menyimpulkan secara mutlak apakah hal itu murni akibat penganiayaan.
Sampel paru-paru dan jantung korban telah dibawa ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut, dengan estimasi waktu hasil keluar sekitar 5 hingga 7 hari.
Sebelum maut menjemput, NS sempat memberikan kesaksian memilukan kepada pihak keluarga.
Baca juga: Ayah Bocah yang Diduga Disiksa Ibu Tiri Ungkap Fakta Soal Ibu Kandung, Masih Hidup, Sudah Nikah Lagi
Dalam kondisi terbaring lemah, ia mengaku telah dipaksa meminum air panas oleh ibu tirinya.
Pengakuan inilah yang kemudian memicu dugaan adanya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang berujung pada kematian.
Ayah kandung korban, Anwar Satibi, mengungkapkan bahwa dugaan kekerasan ini bukanlah peristiwa baru dalam rumah tangganya.
Anwar menyebut istrinya memiliki dua anak angkat yang sudah duduk di bangku SMA.
Setiap kali terjadi pertengkaran antara NS dengan anak-anak angkat tersebut, NS selalu menjadi pihak yang disalahkan dan mendapat serangan fisik dari sang istri.
“Kalau berantem anak saya dengan anak angkatnya itu, itu yang dihantem anak saya,” ujar Anwar.
Kekerasan ini bahkan pernah dilaporkan Anwar ke Polres Sukabumi setahun yang lalu karena sang anak dipukuli menggunakan benda.
Namun, laporan tersebut sempat tertahan setelah adanya upaya mediasi dari tokoh masyarakat dan janji tobat dari sang istri.
"Dia sampai sujud ke saya minta jangan lapor katanya mau tobat, sebetulnya laporan itu belum saya cabut. Ketika buka baju anak saya, saya sampai nangis itu," kenang Anwar. (Tribun Trends/Tribun Bogor)