TRIBUN-MEDAN.com, BELAWAN - Alih-alih menunjukkan penurunan, aksi tawuran dan begal di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan justru dilaporkan meningkat selama bulan suci Ramadan.
Kondisi ini terjadi meskipun Kapolres Pelabuhan Belawan telah mengeluarkan maklumat resmi yang menyatakan akan menindak tegas segala bentuk tindak kejahatan.
Zainal Abidin, warga Belawan, mengungkapkan keprihatinannya setelah putranya nyaris menjadi korban keganasan sekelompok orang tak dikenal.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Selebes Gang 5, Kelurahan Belawan II, tepat di dekat kediaman mereka, pada Jum'at (20/2/2026) malam.
"Saat saya sholat tarawih, istri menjemput saya di mushola. Putra saya yang sedang duduk bersama temannya di warung sebelah rumah tiba-tiba diserang sekelompok orang menggunakan kelewang. Badan bagian belakangnya luka gores.
Untung Tuhan masih melindunginya, kalau tidak sudah tewas atau masuk rumah sakit," ucap Zainal saat dikonfirmasi awak media, Minggu (22/2/2026).
Menurut Zainal, penyerangan yang dilakukan secara membabi buta oleh sekelompok pemuda bersenjata tajam.
Korban yang hanya duduk di warung tidak sempat menghindar karena serangan datang tiba-tiba.
Lebih lanjut, ia berharap pihak Polres Pelabuhan Belawan segera mengusut tuntas kasus penyerangan terhadap putranya tersebut.
Ia juga meminta aparat kepolisian dapat memberikan rasa aman bagi warga Belawan yang merasa terancam dengan situasi kamtibmas yang tidak kondusif.
"Saya minta pihak Polres mengusut kejadian ini, dan bisa memberikan rasa aman pada warga. Karena jiwa warga Belawan terus terancam kalau kondisi kamtibmas masih seperti ini," tuturnya.
Terpisah, Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Rosef Efendi, saat dikonfirmasi terkait maraknya aksi penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok orang terhadap anaknya enggan untuk berkomentar.
(Cr9/Tribun-medan.com)