Kisah Nenek Asal Sumsel Terlantar di Jakarta Karena Tertipu Umnrah, Terlena Koper Bos Travel
Refly Permana February 22, 2026 05:43 PM

 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Seorang wanita lansia bernama Tema dan suaminya Rivai mengaku menjadi korban penipuan umrah.

Warga Desa Semeteh, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas (Mura) ini sempat terkatung-katung di Jakarta selama 15 hari sebelum akhirnya pulang ke Musi Rawas.

Alasannya Tema dan Rivai tak kunjung berangkat ke tanah suci karena visa yang tak kunjung keluar.
 
Ceritanya bermula, setelah nenek Tema dan suaminya menabung cukup lama.

Baca juga: Reaksi Ummi Travel Usai Kasus Penipuan Umrah di Musi Rawas Viral, Minta Endi Semeteh Hapus Postingan

Aetelah tabungannya dirasa cukup, nenek Tema dan suaminya berniat untuk berangkat umrah.

Kemudian, sebagai tambahan, nenek Tema dan suaminya dibantu hasil patungan dari anak-anaknya.

Kebetulan, adik suami nenek Tema itu ada yang tinggal di Kota Lubuklinggau, melalui perantara adiknya itu dicarikanlah travel umroh.

"Dicarilah di Linggau dapat, namanya Umi Travel," kata Deni warga se-dusun dengan nenek Tema saat dihubungi, Minggu (22/2/2026).

Setelah itu, suami istri pemilik travel itu datang langsung ke Desa Semeteh menemui nenek Tema dan suaminya serta keluarganya.

Saat datang keduanya sudah membawa koper.

"Alasannya saat itu mau ke Palembang dan mampir. Mereka mampir sudah membawa koper, setelah bertemu keluarga langsung menjanjikan keberangkatan, keluarga pun percaya , lalu dikasih DP Rp 20 juta," ungkapnya.

Baca juga: Viral Nenek di Musi Rawas Jadi Korban Penipuan Travel Umrah, Tragis Terkatung-katung di Jakarta

Kemudian, setelah uang diterima, kedua pasutri tersebut meminta sejumlah persyaratan.

Tanpa rasa curiga pihak keluarga pun menyerahkan sejumlah dokumen persyaratan yang diminta.

Seiring berjalannya waktu, ada informasi bila travel tersebut mengalami sedikit masalah, pihak keluarga yang khawatir kemudian menyusul ke Lubuklinggau.

"Tujuannya untuk mempertanyakan itu, setelah bertemu dan pemilik travel itu sanggup bersumpah segala macam, menyatakan informasi itu tidak benar," ungkapnya.

Selanjutnya, di hari-hari berikutnya terjadi kesepakatan keberangkatan dan dilakukan pelunasan biaya seluruhnya hingga totalnya mencapai Rp 40 juta.

"Kemudian berangkatlah 20 orang termasuk nenek Tema dan suaminya, mereka berangkat dari dari Palembang. Tapi dari Jakarta yang berangkat hanya 12 orang, itupun mereka pakai biaya sendiri," ujarnya. 

Sementara, pemilik travel yang dimaksud hingga kini belum memberikan klarifikasi.

Ketika coba dihubungan melalui WhatsApp maupun telepo, hingga kini belum ada jawaban.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.