TRIBUNBANTEN.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi pada akhir perdagangan Jumat (20/2/2026).
Indeks melemah 0,3 persen ke level 8.271 akibat masih dominannya tekanan jual di pasar.
Meski berakhir di zona merah, peluang penguatan pada awal pekan depan tetap terbuka.
Tim riset MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi rebound pada perdagangan Senin, 23 Februari 2026.
Baca juga: Daftar Saham yang Cuan Saat Imlek dan Ramadan 2026: Ini Rekomendasi Analis
Proyeksi tersebut didasarkan pada analisis teknikal yang menunjukkan pergerakan indeks masih berada dalam skenario penguatan lanjutan, selama mampu bertahan di atas level support penting.
Dalam riset harian bertajuk MNCS Daily Scope disebutkan, skenario terbaik (best case) bagi IHSG adalah tetap berada di atas level 8.170.
Jika kondisi itu terjaga, maka indeks berpeluang melanjutkan penguatan untuk membentuk bagian dari wave (c) dari wave [x] dengan target di rentang 8.440 hingga 8.503.
Namun demikian, investor tetap diminta mencermati potensi koreksi lanjutan. Tekanan jual yang kembali meningkat dapat membawa IHSG melemah ke area support berikutnya di kisaran 8.059–8.119.
Dengan kondisi tersebut, level 8.170 menjadi titik krusial yang akan menentukan arah pergerakan IHSG pada awal pekan.
Bertahannya indeks di atas area tersebut membuka peluang rebound, sementara penembusan ke bawahnya berisiko memicu pelemahan lanjutan.
Pelaku pasar disarankan tetap selektif dalam melakukan transaksi dan mencermati pergerakan teknikal serta sentimen pasar yang berkembang.