OMK Paroki Sangalla Tana Toraja Gandeng Smart Soul Club Bahas Isu Bullying dalam Camp Dua Hari
Imam Wahyudi February 22, 2026 05:47 PM

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Sangalla menghadirkan komunitas Smart Soul Club (SSC) dalam pembahasan isu nasional tentang bullying yang digelar di Gereja Katolik Santo Paulus Lebani’, Kelurahan Leatung, Kecamatan Sangalla, Kabupaten Tana Toraja, Sulsel, Jumat–Sabtu (20–21/2/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Camp OMK Paroki Sangalla dengan menghadirkan Founder Smart Soul Club, Desyanti Tandirerung, sebagai narasumber utama bersama tim volunteer.

Dalam pemaparannya, Desyanti menjelaskan bahwa sesi tersebut menjadi fasilitasi awal bagi peserta untuk memahami bullying melalui pendekatan “olah rasa” atau pengelolaan emosi.

“Bullying sering kali berawal dari candaan yang dianggap sepele, tanpa kita sadari luka yang ditinggalkan pada korbannya,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).

Ia mengungkapkan, dalam banyak kasus, pelaku perundungan sejatinya adalah korban lama yang tidak mampu mengelola emosinya dengan baik.

Sementara korban umumnya adalah mereka yang merasa lemah dan tidak memiliki ruang untuk bersuara.

Melalui sesi “Olah Rasa”, para OMK diajak menyadari bahwa tindakan bullying tidak muncul begitu saja, melainkan kerap dipengaruhi oleh minimnya dukungan (support system) dalam kehidupan pelaku.

Karena itu, komunitas diharapkan dapat menjadi ruang aman bagi setiap anggotanya.

“Komunitas ini harus menjadi tempat di mana setiap pribadi diterima tanpa melihat perbedaan. Tugas kita adalah merangkul kembali saudara-saudara yang selama ini menjauh karena merasa tidak aman,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen, kegiatan ditutup dengan pembacaan ikrar dan penandatanganan Piagam Komitmen bersama Pastor Moderator serta Ketua OMK, sebagai simbol keseriusan membangun lingkungan yang bebas bullying.

Desyanti juga memaparkan latar belakang berdirinya Smart Soul Club.

Komunitas volunteer tersebut lahir dari keprihatinannya terhadap banyaknya kasus bullying yang tidak terungkap ke publik, meski korban kerap berkonsultasi secara pribadi.

“Pernah ada satu kasus yang sudah sampai tahap depresi dan mencoba mengakhiri hidupnya. Kami dampingi hingga bertemu psikiater. Dari situ saya berinisiatif membentuk komunitas ini agar lebih mudah membantu anak-anak dan remaja,” ungkapnya.

Smart Soul Club resmi dibentuk pada 18 Januari 2026 dan kini aktif melakukan edukasi serta pendampingan terkait isu kesehatan mental dan perundungan.

Sementara itu, Ketua OMK Paroki Sangalla, Semuel Suprianto, berharap kegiatan ini menjadi langkah awal menjadikan OMK sebagai pelopor gerakan komunitas muda yang peduli kesehatan mental serta berani bersuara melawan bullying di lingkungan gereja maupun masyarakat.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.