TRIBUNJOGJA.COM, TEHERAN - Militer Iran terus mengembangkan alat utama sistem senjata (alutsista)-nya.
Salah satu yang dikembangkan oleh Iran adalah sistem pertahanan udara buatan dalam negeri Sayyad-3G.
Sistem pertahanan udara Sayyad 3G ini pun sudah mulai diujicoba oleh Iran setelah melalui proses produksi yang cukup panjang.
Sayyad-3G untuk pertama kalinya diujicoba saat Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melaksanakan latihan perang bertajuk "Smart Control" di wilayah strategis Selat Hormuz.
Video militer Iran meluncurkan rudal dari sistem pertahanan udara Sayyad 3G resmi dirilis oleh IRGC seperti yang dikutip dari Anadolu pada Sabtu (21/2/2026).
Dalam ujicoba tersebut, Sayyad 3G diujicoba dari atas kapal perang Shahid Sayyad Shirazi.
Rudal Sayyad-3G dibekali dengan kemampuan peluncuran vertikal (vertical launch system) dan dilaporkan mampu menjangkau hingga 150 kilometer.
Dengan kemampuannya, Sayyad 3G ini menjadi alutsista Iran untuk melindungi wilayah udaranya sekaligus melindungi kapal militernya.
Sebagai catatan, versi dasar Sayyad-3 berbasis darat pertama kali diuji coba pada Desember 2016 dengan jangkauan 120 kilometer, panjang enam meter, dan bobot mencapai 900 kilogram.
Rudal Sayyad-3G memiliki kemampuan peluncuran vertikal dan dilaporkan mampu menjangkau 150 kilometer.
Baca juga: Puluhan Karung Sampah Diduga Limbah B3 Dibuang di Tepi JJLS Kulon Progo
IRGC latihan di Selat Hormuz
Latihan “Smart Control” di Selat Hormuz dimulai pada 16 Februari dan berlangsung selama tiga hari.
Seiring dengan itu, Iran sempat menutup sebagian wilayah Selat Hormuz dengan alasan keamanan.
Iran mengeklaim, latihan militer tersebut sebagai upaya kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman keamanan di selat tersebut.
Latihan militer ini berlangsung di tengah peningkatan tensi setelah Amerika Serikat (AS) mengerahkan kekuatan angkatan laut besar-besaran ke wilayah Teluk.
Langkah Washington tersebut bertujuan menekan Teheran agar segera menyepakati poin-poin krusial terkait program nuklirnya.