TRIBUNTRENDS.COM - Sebuah video yang memperlihatkan mobil berisi satu keluarga dikepung sejumlah pria di jalan raya viral di media sosial. Peristiwa tersebut diduga melibatkan debt collector dan terjadi di kawasan Jalan Arteri Utara atau Jalan Yos Sudarso, Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis sore, 19 Februari 2026. Aksi pemblokiran jalan itu menimbulkan ketegangan dan kepanikan, terutama bagi anak-anak dan orang tua yang berada di dalam mobil.
Berdasarkan rekaman video yang diambil dari dalam mobil korban, terlihat sedikitnya tiga kendaraan tiba-tiba menghentikan laju mobil keluarga tersebut. Kendaraan-kendaraan itu memposisikan diri di depan dan belakang, membuat mobil korban tidak memiliki ruang untuk bergerak. Lokasi kejadian disebut berada di Jalan Arteri Utara, tak jauh dari akses menuju Knight Stadium dan pintu keluar Bandara Internasional Ahmad Yani.
Beberapa pria kemudian turun dari kendaraan yang menghadang. Mereka terlihat mengetuk kaca mobil dengan keras dan diduga memaksa pengemudi untuk membuka pintu atau keluar dari kendaraan. Dari dalam mobil terdengar suara kepanikan anggota keluarga. Meski dalam kondisi tertekan, pengemudi memilih tetap tenang dengan mengunci seluruh pintu serta terus merekam kejadian sebagai bentuk dokumentasi.
Baca juga: Utang Rp14 Juta Berujung Teror: Debt Collector Datang dengan 3 Ambulan
Dalam video tersebut, pengemudi mengaku langsung menghubungi pihak kepolisian karena merasa keselamatan keluarganya terancam. Ia memilih tidak keluar dari mobil meski terus mendapat tekanan. Keputusan tersebut diduga mencegah situasi berkembang menjadi lebih buruk.
Setelah beberapa saat terjadi ketegangan, para pria yang mengadang mobil akhirnya meninggalkan lokasi. Tidak ada kontak fisik yang terlihat dalam video, namun suasana mencekam jelas tergambar. Video itu kemudian menyebar luas dan menuai beragam komentar dari warganet yang menyoroti praktik penagihan utang di jalan raya.
Baca juga: Di Balik Gugatan Ressa ke Denada, Luka Hati Sang Tante & Prahara Mobil yang Berujung Debt Collector
Menanggapi viralnya video tersebut, Kanit Reskrim Polsek Semarang Barat, AKP Suprapto, menyampaikan bahwa hingga Sabtu, 21 Februari 2026, pihaknya belum menerima laporan resmi dari korban. “Korban tidak laporan ke polsek, saya sudah cari info ke SPKT,” ujarnya.
Meski demikian, petugas tetap melakukan pengecekan ke lokasi kejadian. Namun saat polisi tiba, kondisi di lokasi sudah sepi dan tidak ditemukan aktivitas mencurigakan. “Sudah sepi,” kata AKP Suprapto. Berdasarkan informasi awal, para pelaku diduga merupakan debt collector. “Kami monitor, pelaku dari DC,” tambahnya.
AKP Suprapto menjelaskan, apabila ada laporan resmi dari masyarakat terkait insiden serupa, penanganan akan dilanjutkan ke SPKT dan piket Reskrim Polrestabes Semarang sesuai prosedur. Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika mengalami atau menyaksikan kejadian yang mengancam keselamatan di jalan umum.
Tribun Jatim | Ani Susanti | TribunTrends.com | Afif Muhammad