TRIBUNPADANG.COM, AGAM - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah memimpin rapat koordinasi (Rakor) antara Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten Agam di Balerong Rumah Dinas Bupati Agam, Padang Baru, Lubuk Basung, Sabtu (21/2/2026).
Rakor tersebut membahas berbagai isu krusial daerah, mulai dari penanganan kebencanaan, rehabilitasi infrastruktur, penguatan sektor pertanian, perekonomian, pariwisata, hingga kesiapan menghadapi Idulfitri 1447 H.
Termasuk di dalamnya upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Lebaran.
Baca juga: Pemprov Sumbar Tegaskan Penertiban Kawasan Rawan di Lembah Anai Harus Segera Direalisasikan
Dalam arahannya, Mahyeldi menegaskan pentingnya menyatukan langkah dan persepsi antara pemerintah provinsi dan kabupaten agar setiap program pembangunan berjalan efektif serta saling menguatkan.
“Kita ingin memastikan seluruh program provinsi selaras dengan kebutuhan daerah. Sinergi ini penting agar percepatan pembangunan bisa terwujud, termasuk pemulihan pascabencana di Agam, dapat berjalan lebih terarah dan tepat sasaran,” ujar Mahyeldi.
Ia menekankan, penanganan kebencanaan dan rehabilitasi infrastruktur harus menjadi perhatian bersama, mengingat sejumlah wilayah di Kabupaten Agam masih berada dalam tahap pemulihan.
Selain itu, sektor pertanian dan pariwisata juga dinilai perlu terus didorong sebagai penggerak utama ekonomi masyarakat.
“Menjelang Idulfitri, kita juga perlu memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga. Pemerintah harus hadir memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” tambahnya.
Rakor yang dimoderatori Asisten Administrasi dan Umum Setdaprov Sumbar, Medi Iswandi, turut memaparkan potensi investasi pembangunan skylift yang akan menghubungkan Kawasan Ambun Pagi dengan Danau Maninjau sebagai salah satu destinasi unggulan pariwisata Sumbar.
Menanggapi paparan tersebut, Mahyeldi mendorong Pemerintah Kabupaten Agam agar proaktif menawarkan peluang investasi itu kepada calon investor.
“Potensi ini sangat strategis untuk mengungkit sektor pariwisata Agam dan Sumbar secara umum. Kita berharap Pemkab Agam dapat aktif menjalin komunikasi dengan investor, sehingga peluang ini bisa segera direalisasikan,” tegasnya.
Baca juga: Syarat Nikah Tanam Pohon Dikaji Pemprov Sumbar, Pengantin Wajib Serahkan Bibit
Mahyeldi berharap forum koordinasi tersebut tidak berhenti pada tataran diskusi, melainkan ditindaklanjuti dengan langkah konkret dan penguatan kolaborasi lintas sektor.
Sementara itu, Benni Warlis menyampaikan apresiasi atas perhatian dan komitmen Pemerintah Provinsi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi daerahnya.
“Kami berterima kasih atas dukungan dan sinergi dari Pemerintah Provinsi. Rapat koordinasi ini sangat penting untuk menyamakan langkah, terutama dalam percepatan pemulihan pascabencana dan penguatan sektor-sektor unggulan di Agam,” ujarnya.
Ia menegaskan kesiapan Pemerintah Kabupaten Agam untuk menindaklanjuti hasil rakor serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah provinsi demi mewujudkan pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan.
Rapat koordinasi ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang responsif, sekaligus memastikan pembangunan di Kabupaten Agam berjalan seiring dengan visi pembangunan Sumatera Barat.