LUBUK BESAR, BABEL NEWS - Warga Desa Perlang, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah bernama Mizwan berhasil memanfaatkan area sekitar rumahnya untuk mengembangkan pembibitan tanaman bawang merah. Meski berada di lahan tidak begitu luas, pekarangan yang berada tepat di samping kediaman pribadi Mizwan kini ditumbuhi deretan tanaman bawang merah yang sangat subur.
Pegawai Bidang Pertanian Pemkab Bangka Tengah ini mengisahkan, lahan miliknya memang sejak lama dimanfaatkannya untuk menanam berbagai jenis sayur-sayuran. Menurutnya, inisiatif untuk mengembangkan tanaman bawang merah tersebut muncul karena dirinya merasa kebutuhan komoditas jenis ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Bangka Belitung.
Namun, diketahui bersama pasokan salah satu bumbu dapur wajib ini masih sangat mengandalkan pasokan dari luar daerah. "Ya memang (lahan, red) ini tidak begitu luas, tetapi di sini sudah berulang-ulang ditanam. Jadi, sebelum bawang merah ini kita sudah melakukan tanaman sayuran, melakukan tanaman cabai merah, cabai rawit," ujar Mizwan, Senin (16/2).
"Nah, hari ini dan tahun ini kita coba melakukan penanaman bawang merah. Karena kebutuhan bawang merah memang cukup banyak di Bangka Belitung dan kita belum bisa menghasilkan bawang merah sendiri," tambahnya.
Mizwan mengatakan, saat fase awal bibit bawang merah memang didatangkan langsung dari wilayah Brebes, Jawa Tengah karena dikenal memiliki kualitas terbaik. Namun, berbekal keuletan dan kegigihannya, saat ini Mizwan telah mampu mengembangkan bawang merah hingga turunan ketiga. "Tetapi saya sudah melakukan penanaman di tanaman ketiga. Jadi itu bibit lokal asli sudah turun temurun dari Bangka Tengah," sebutnya.
Dirinya berkeyakinan, bawang merah hasil pengembangan di Bangka Tengah memiliki sejumlah keunggulan, karena telah melalui penyesuaian khususnya soal unsur tanah sebagai media tanam. Terlebih lagi hasil budi daya pengembangan membuktikan jika mampu menghasilkan bibit siap tanam lebih banyak dibandingkan varietas aslinya.
"Kalau bibit Brebes ini, kita sempat hitung kemarin, satu banding delapan. Tetapi kita kemarin bibit lokal, kita bahkan bisa satu banding 20, kita tanam 6 kilogram, kita bisa menghasilkan 106 kilo, setelah dijemur," tuturnya.
Mizwan berharap, ke depan bawang merah bisa dikembangkan menjadi komoditas unggulan, sehingga dapat mencukupi kebutuhan masyarakat lokal. "Jadi kita berkeyakinan, bibit yang sudah ditanam di tanah Bangka kalau kita tanam suatu saat akan beradaptasi. Setelah beradaptasi ini bagus maka kami yakin, bawang merah ini bisa kita kembangkan menjadi komoditas eksotis dari Bangka Tengah ini," pungkasnya. (w4)