Eri Cahyadi Kucurkan Rp5 Juta per Bulan per RW, Fokus Cetak Wirausaha Muda Gen Z di Kampung Surabaya
Sudarma Adi February 22, 2026 07:14 PM

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Koloway

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengalokasikan bantuan sebesar Rp5 juta per bulan untuk setiap RW di Kota Surabaya.

Bantuan ini difokuskan pada pemberdayaan generasi muda atau Gen Z dan tidak sekadar untuk kegiatan internal.

Wali Kota mengarahkan agar anggaran tersebut mampu melahirkan ruang kreativitas bagi anak muda.

Baca juga: Percepat Pemenuhan Dokter Spesialis, Kemdiktisaintek Luncurkan 9 Program PPDS di 3 Kampus Surabaya

Bukan untuk Lomba, Tapi untuk Pemberdayaan

Dengan begitu, dari program tersebut diharapkan tumbuh wirausaha baru hingga workshop pengembangan keterampilan.

Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota Bappeko (Surabaya) ini menegaskan, program ini berbasis pada peran aktif RW.

Bahkan, ia menyebut jika program di tingkat RW berjalan optimal, maka keberhasilan itu menjadi milik warga dan pengurus kampung.

“Maka ketika ditanya siapa wali kotanya, bukan Eri Cahyadi, tapi ketua RW-nya, Ketua Karang Taruna-nya. Berarti yang bekerja Pak RW dan warganya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dana Rp5 juta per bulan per RW tersebut bisa dicairkan secara fleksibel, baik sekaligus maupun bertahap. Hal ini sesuai kebutuhan dan proposal yang diajukan anak-anak muda di wilayah itu.

"Rp5 juta per bulan boleh diambil per termin. Atau kalau butuhnya sebagian dulu, ya boleh. Tergantung proposalnya anak-anak,” kata bapak dua anak ini. 

Menurutnya, skema ini dirancang agar pemuda berani memulai usaha.

Ia mencontohkan ide usaha sablon dan merchandise yang dikembangkan anak-anak di RW 9 Lemah Putro, Kelurahan Embong Kaliasin.

Namun, ia mengingatkan setiap usaha harus memiliki kejelasan pasar dan segmentasi.

"Kalau mau bikin sablon atau merchandise, pasarnya siapa? Harus tahu. Jangan sampai cuma bikin, tapi enggak tahu mau dijual ke mana,” tegasnya.

Selain produk kerajinan, ia juga mendorong anak muda memanfaatkan dana tersebut sebagai modal usaha berbasis potensi wilayah.

Misalnya, RW yang berada di kawasan Surabaya Pusat dan dekat dengan fasilitas akomodasi dapat menjalin kerja sama dengan hotel, restoran, hingga kafe (horeka) untuk pengadaan kebutuhan konsumsi seperti air mineral dan telur.

Menurutnya, anak muda dapat mengakses pelaku usaha terdekat untuk memasarkan produk mereka. "Kalau bingung mengakses hotel atau restoran, nanti bisa meminta pendampingan lurah hingga camat,” tandas Wali Kota dua periode ini.

Baca juga: Blusukan ke Lemah Putro, Eri Cahyadi Jadikan RW 9 Mentor Kampung Pancasila se-Surabaya

Karena itu, Cak Eri meminta setiap pengajuan proposal dilengkapi dengan target output dan outcome yang jelas. "Saya akan tanya, output dan outcome-nya apa? Jangan sampai kelihatan lomba saja, habis itu mati. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tapi pemberdayaan pemuda,” ujarnya.

Ia menekankan, bantuan Rp5 juta per bulan tersebut bukan untuk kegiatan rutin atau lomba sesaat, melainkan benar-benar untuk pemberdayaan Gen Z agar tumbuh menjadi pelaku usaha mandiri.

Program ini diharapkan melahirkan ruang-ruang kreatif di tingkat kampung, seperti workshop keterampilan, produksi merchandise, hingga usaha berbasis potensi lokal.

“Rp5 juta itu adalah pemberdayaan untuk Gen Z. Saya ingin anak-anak muda mulai berpikir bagaimana membangun usaha. RW dan pemerintah kota akan mendampingi,” katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.