TRIBUNMANADO.CO.ID - Gubernur Sulut Yulius Selvanus menyebut program pemerataan antar daerah yang digenjotnya mirip dengan tema tahun baru Imlek 2577 Kongzili.
Teman perayaan Imlek 2677 adalah "Kalau ada keadilan, tiada persoalan kemiskinan".
Hal itu dikatakannya dalam perayaan hari raya Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Graha Gubernuran Sulut, Minggu (22/2/2026).
"Program saya adalah keseimbangan antara Manado dan daerah - daerah di Sulut," kata dia.
Sebelumnya, antar daerah di Sulut agak timpang. Ada yang IPM nya di bawah 60.
"Dan saat ini IMP sudah meningkat, rata rata IPM di daerah sudah di atas 70," katanya.
Yulius mengaku merasakan suasana kerukunan yang teramat dalam pada kegiatan tersebut.
Umat dari semua agama hadir.
"Inilah kerukunan yang jadi ciri kita, dimana kita pernah menjadi daerah paling rukun di Indonesia," katanya.
Dirinya mengajak semua yang hadir untuk terus menjaga dan melestarikan kerukunan antar umat beragama.
Yulius juga menyentil adanya politik identitas.
Menurut dia, politik identitas harus di buang jauh jauh.
Pada kesempatan itu, Yulius mengucapkan selamat tahun baru Imlek kepada umat Konghucu di Sulut.
"Semoga tahun baru bertambah berkat dan rezeki," katanya.
Pada kesempatan itu, Yulius didaulat untuk menyerahkan bantuan kepada anak - anak panti asuhan.
Sikap kebapakan Yulius nampak jelas.
Ia membungkuk, menyapa lantas memberi kado.
Terlihat ia begitu berbahagia.
Tak sampai di situ, di akhir acara, Yulius membawakan lagu Rumah kita dengan iringan kolintang dan musik tradisional Cina.
Baca juga: Buaya 4 Meter Muncul di Pantai Kolongan Minahasa, Nelayan Tangkap dan Tarik ke Darat
Gubernur Sulut Yulius Selvanus tiba di lokasi pelaksanaan Perayaan Hari Raya Imlek 2577 Kongzili di Graha Gubernuran Sulut, Minggu (22/2/2026).
Yulius disambut perpaduan yang langka antara musik bambu dan Barongsay.
Musik bambu memainkan lagu riang.
Dua Barongsay mengawal Yulius Selvanus ke dalam ruangan. Barongsay lainnya mengawal dari belakang.
Petinggi Majelis Tinggi Agama Konghucu (Matakin) Sulut menyambut kedatangan Yulius Selvanus.
Mereka bersalam - salaman dengan mesra.
Tampilan Barongsay mengawali acara tersebut.
Sejumlah Barongsay menunjukkan aksinya di panggung.
Beberapa Barongsay menggoda Yulius dan para petinggi lainnya yang tengah duduk di kursi depan.
Yulius lantas memberikan angpao berwarna merah pada Barongsay.
Walikota Manado Andrei Angouw juga terlihat memberi Angpao.
Perayaan Hari Raya Imlek 2577 Kongzili
menjadi sebuah laboratorium kerukunan umat beragama.
Hadir umat Muslim, Kristen bahkan Yahudi.
Budaya Minahasa juga ditampilkan seperti musik bambu, kolintang serta tarian Katrili. (Art)
(TribunManado.co.id/Art)
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini