Cerita Penjual Takjil di Komo Luar Manado, Banyak Non Muslim Datang Siang
Alpen Martinus February 22, 2026 08:44 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Bulan Ramadhan tiba. Berbagai lokasi takjil bermunculan di Manado. 

Satu di antaranya ada di Kelurahan Komo Luar. 

Lokasinya di sepanjang jalan Sudirman. 

Baca juga: Buka Stand di Takjil Fest Lippo Plaza Manado, Angie Senang Bisa Jualan Produk Buatannya Sendiri

Amatan Tribunmanado.com, Minggu (22/2/2026) sore, lokasi tersebut ramai. 

Pengunjung datang silih berganti.

Satu pergi. 

Satu datang. 

Alhasil penjual super sibuk. 

Kian sore pengunjung kian padat. 

Jualan pun mulai ludes. 

Lisa seorang penjual menuturkan, kiosnya buka mulai pukul 12 siang. 

Ia sudah hafal betul pola pembeli. 

Jika siang, yang datang adalah non muslim. 

"Jika dekat sore, pasti itu umat Muslim," katanya.

Menurut Lisa, sudah biasa bilamana umat Kristen juga membeli takjil. 

Hal itu baginya sebuah toleransi dalam rasa. 

Sebut dia, kue yang paling laku adalah Balapis. 

"Sejauh ini kue Balapis yang paling laku," kata dia. 

Saking banyaknya pembeli, ungkap dia, jualannya ludes setiap hari. 

"Selalu habis setiap hari," katanya. 

Diketahui kampung Komo Luar sudah kesohor dengan tempat jualan takjil saat bulan Ramadhan. 

KAMPUNG ARAB

Penjual kue banjiri kampung Arab Manado di hari pertama Puasa, Kamis (19/2/2026). 

Amatan Tribunmanado.com, Kamis siang, stand penjual kue bertaburan di seluruh penjuru kampung Arab. 

Dari depan jalan, lorong utama, lorong kecil hingga depan rumah warga. 

Beberapa stand masih kosong. Penjualnya masih menanti pasokan kue.

Namun ada pula yang kue jualannya sudah lengkap. 

Seperti di depan jalan. 

Di sana para penjual sudah berbaris, menanti pembeli. 

Aneka kue dipajang di etalase. Lengkap. 

Dari kue basah, kue tradisional hingga khas kampung Arab. 

Cici, seorang penjual kue mengaku jualan sejak siang karena pembeli sudah muncul. 

"Sudah ada pembeli," kata dia. 

Sebut dia, aneka kue dijualnya. 

Ia menyebut beberapa diantaranya. 

"Ada Nasi jaha, lalampa, balapis, gabung, waji, betawi, roti kukus dan lainnya," katanya. 

Semua kue dijual Rp 2500 per biji. Kecuali Nasi Jaha. 

"Harganya Rp 3000," kata dia. 

Ungkap dia, kue terlaris adalah nasi jaha dan lalampa.

"Banyak yang cari keduanya," kata dia. 

Dia menuturkan, pembeli sudah datang sejak siang. 

Puncaknya adalah sore hari. 

"Saat itu kebanyakan adalah yang ingin berbuka puasa," katanya. 

Meski demikian, ujar dia, pembeli di sana tak hanya Muslim. 

Tapi juga warga umum. 

"Pembeli dari berbagai macam," kata dia. (ART) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.