SRIPOKU.COM - Ratusan nasabah Bank Jambi menggeruduk Kantor Cabang Utama hingga kantor cabang pembantu di daerah, Minggu (22/2/2026).
Mereka meminta kejelasan pihak Bank Jambi soal insiden pembobolan rekening nasabah hingga pemblokiran secara total seluruh rekening nasabah.
Menanggapi itu, Bank Jambi akan mengganti seluruh uang nasabah yang hilang usai terjadinya pembobolan sistem keamanan bank.
Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Jambi, Zulfikar, mengatakan pihaknya menunggu klaim dari nasabah untuk melakukan penggantian.
Baca juga: Apresiasi Nasabah, BRI Resmi Gelar Pengundian Consumer Expo 2025 dan Kick Off Consumer Expo 2026
"Yang berkurang itu (uang nasabah yang hilang) tanggung jawab bank sepenuhnya, sesuai dengan amanah aturan POJK Perlindungan Konsumen, tetapi kita nunggu klaim dulu," kata Zulfikar saat dikonfirmasi, Minggu (22/2/2026).
Zufikar mengaku belum merinci total kerugian nasabah atas dugaan pembobolan sistem keamanan ini.
Zul mengakui bahwa sistem jaringan Bank Jambi saat ini masih dalam gangguan dan sedang dilakukan pemeriksaan oleh tim IT.
Katanya, sistem ini ditargetkan beroperasi pada Selasa (23/2/2026).
"Sistem jaringan Bank Jambi masih ada gangguan, sekarang masih dilakukan mantenance oleh IT kita, Insha Allah besok Senin sudah beroperasi sebagaimana mestinya," katanya.
Pantauan Kompas.com di Kantor Cabang Utama yang berada di Telanaupura, ratusan nasabah mengantre meminta pihak Bank Jambi memberi kejelasan soal isi saldo mereka.
Izal, saru di antara nasabah mengaku mendapat informasi bahwa sejumlah nasabah kehilangan saldo di rekeningnya.
Baca juga: KRONOLOGI Saldo Rp 200 Juta Nasabah Hilang, Bank sempat Minta Jaga Reputasi, Akhirnya Ganti Kerugian
"Sekarang sudah gak bisa akses, bahkan ngecek saldo saja gak bisa," kata Izal, saat diwawancarai di lokasi, Minggu sore.
Kondisi ini, membuat Izal khawatir kehilangan saldo, yang dia pakai buat modal bisnisnya.
Hal serupa juga diungkapkan oleh nasabah lainnya, S.
Dia mengatakan tabungan miliknya raib Rp 24.500.000.
"Pagi saya ngecek, uang saya berkurang Rp 24 juta lebih," katanya.
S meminta agar pihak Bank Jambi segera memberi respons soal ini.
"Ya ditanggapi lah kita yang datang (ke kantor), bagaimana kejelasannya," tambah S.