BANJARMASINPOST.CO.ID - Pasangan artis Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid mengikuti shalat tarawih berjamaah dengan para pegawai di rumah.
Adik laki-laki YouTuber Atta Halilintar tersebut sambil menggendong putra kecilnya, Baby Arash.
Akibatnya, video putra Lenggogeni Faruk itu menuai berbagai tanggapan netizen baik yang memuji atau bahkan ada yang menghujat.
Hujatan muncul karena warganet menilai Thariq Halilintar cari perhatian.
Postingan TikTok tersebut ramai disorot imbas terimbas permasalahan keluarga Thariq Halilintar dengan Aurel Hermansyah.
Belum lama ini Thariq mengadakan acara tidak siten Baby Arash. Acara tersebut jadi perhatian akibat Geni Faruk menunjukkan perlakuan berbeda saat berjabat tangan dengan Aurel dan Aaliyah.
Baca juga: Akhiri Pernikahan dengan Insanul Fahmi, Wardatina Mawa Bertindak Usai Lebaran, Maafkan Inara Rusli
Meskipun kejadian itu sudah berlalu namun netizen masih saja ramai membahasnya melalui media sosial.
Termasuk dalam konten terbaru Thariq Halilintar yang membagikan aktivitas shalat berjamaah di rumah bersama istri, anak dan para pegawai.
Berdasarkan pantauan Banjarmasinpost.co.id melalui postingan TikTok @thoriqhal, Minggu (22/2/2026) tampak dibagikan video mereka shalat tawarih berjamaah di rumah tepat pada hari pertama Ramadan.
“Masyaallah tabarakallah day 1 Ramadan, “ terang Thariq melalui caption.
Kala itu Aaliyah berbaris di saf perempuan berdampingan dengan pengasuh Arash dan asisten rumah tangga. Sedangkan Thariq bersama berdiri di saf laki-laki dengan pegawainya.
Awalnya, posisi Arash sedang merangkak di sajadah yang dipakai Aaliyah bahkan keberadaannya membuat Aal sedikit kesulitan melakukan sujud.
Kemudian, terekam momen Thariq Halilintar sedang shalat sambil menggendong Arash.
Perbuatan ipar Aurel demikian menuai beragam tanggapan warganet. Ada yang memuji keluarga kecil tersebut karena taat pada agama namun ada pula yang menghujat karena perbuatan Thariq mengontenkan ibadah.
@es05: thorik emng sdh siap jdi bapak,,bhkan saat ibadah dia faham bagaimna bersikap kpd anaknya yng masih bayi,dngn tetap menjalani ritual ibadah
@bluesky: Aal ga salah pilih suami
@Mohra Setiawan Mohra: ayem tetram trs althor, semoga sll di berkahi Allah aamin
@mel: Tau kan kenapa mereka jodoh
yaa karna sama⊃2; tenang yg lain kalian nilai sendiri yaa
@Zhi_Shahab: knapa orang sempat ya merekam lagi sholat itu supaya apa ya?
@Aleyya: Knpa harus ada camera
@Kimel: Kenapa si dikontenin
@Julyeeee: biasa biar ap? wkwk
Bulan Ramadan adalah masa paling ditunggu untuk menambah pahala dalam beribadah.
Barangkali bagi kaum muslimin dan muslimah yang sudah memiliki bayi, cenderung sulit melaksanakan salat terlebih saat tak ada orang lain yang bisa menjaganya.
Namun, salat tetap bisa dilakukan sambil menggendong bayi.
Fadhilatusy Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullaah mengatakan, “Salat wanita sambil menggendong anaknya tidak apa-apa bila anaknya dalam keadaan suci dan memang butuh digendong karena mungkin anaknya menangis dan bisa menyibukkan si ibu apabila tidak menggendongnya.”
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah saalat sambil menggendong cucu beliau Umamah bintu Zainab bintu Rasulullah.
Ketika itu Rasulullah salat mengimami orang-orang dalam keadaan Umamah digendong beliau.
Bila berdiri, beliau menggendong Umamah dan di saat sujud beliau meletakkannya. Apabila seorang ibu melakukan hal tersebut maka tidak apa-apa, tetapi yang lebih utama tidak melakukannya melainkan jika ada kebutuhan. (Nurun ‘alad Darb, hlm. 17)
Ini merupakan bentuk kasih sayang terhadap anak-anak dan bayi-bayi. Karena apabila mereka menangis sementara seseorang sedang shalat. Terkadang tangisan mereka menyibukkan dia dari shalatnya. Allah ta’ala berfirman,
“Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya,” (Al Ahzab: 4).
Yang harus diperhatikan adalah perkara yang berkaitan dengan syarat suatu kesucian.
Bila dia bisa terhindar dari kotorannya, maka tidak mengapa yang demikian. Namun apabila terdapat kotoran padanya, semisal air kencing atau selainnya, maka tidak boleh.
Dan kisah Umamah dikemungkinkan bahwa dia dalam keadaan bersih dari najis kencing atau kotoran, sebagaimana yang telah disebutkan oleh para ulama rahimahumullah. (Sumber : Anak Amanah Ilahi karya Asy Syaikh Yahya bin Ali Al Hajuri).
(Banjarmasinpost.co.id/Kristin Juli Saputri)