COD HP Berujung Maut, Juanda Tewas di Atas Motor, Warga Panik lalu Melapor
Noval Andriansyah February 22, 2026 09:19 PM

Tribunlampung.co.id, Sumedang - Seorang pria bernama bernama Juanda (23) asal Sumedang, ditemukan tewas di atas motornya, diduga setelah bertransaksi handphone (HP) secara cash on delivery alias COD.

Detik-detik Juanda tewas tersebut diketahui warga yang ada di sekitar lokasi. Warga pun sempat panik ketika Juanda jatuh tersungkur dari motornya.

Insiden tersebut terjadi tepatnya di Dusun Bojong Gawul RT 02/03, Desa Girimukti, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, pada Minggu (22/2/2026) pagi.

Juanda yang merupakan warga Dusun Dangdeur, Desa Baginda, Kecamatan Sumedang Selatan itu, sehari-hari berprofesi sebagai wiraswasta yang kerap melakukan transaksi jual beli HP secara COD.

COD adalah metode pembayaran yang dilakukan saat barang diterima oleh pembeli. Dalam sistem COD, pembeli memesan barang secara online, barang dikirim ke alamat tujuan, dan pembayaran dilakukan ketika kurir menyerahkan barang. Metode ini populer dalam transaksi e-commerce karena pembeli bisa membayar setelah barang sampai.

Baca juga: Pria di Jabar Tewas Saat Transaksi COD, Diduga Jadi Korban Pembunuhan

Dikutip Tribunlampung.co.id dari TribunJabar.id, peristiwa bermula sekitar pukul 07.30 WIB ketika seorang saksi melihat korban duduk di atas sepeda motor di depan satu rumah warga.

Tak lama berselang, saksi lain sempat berbincang dengan korban dan melihat darah keluar dari tubuhnya.

Beberapa saat kemudian, korban tergeletak di tanah.

Warga yang panik segera melaporkan kejadian itu kepada perangkat desa, yang kemudian meneruskannya ke pihak kepolisian.

Dari keterangan keluarga, korban sebelumnya berangkat dari rumah sekitar pukul 05.30 WIB untuk melakukan transaksi jual beli handphone secara COD.

Dugaan sementara, peristiwa terjadi saat korban tengah menjalankan transaksi tersebut.

Jajaran Polres Sumedang bersama Polsek Sumedang Utara menindaklanjuti laporan ini.

Kapolsek Sumedang Utara dan personel piket fungsi mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Tim INAFIS serta tenaga medis diterjunkan guna melakukan pemeriksaan awal dan pengumpulan barang bukti.

Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih untuk menjalani autopsi demi memastikan penyebab kematian secara medis.

Penanganan perkara kini dilakukan oleh Sat Reskrim Polres Sumedang untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika, melalui Kapolsek Sumedang Utara AKP Kiki Hartaki menyampaikan bahwa pihaknya telah bergerak cepat menangani kasus tersebut.

“Kami telah melakukan olah TKP, mengamankan keterangan para saksi, serta membawa korban untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian secara medis."

"Dugaan awal mengarah pada tindak pidana pencurian dengan kekerasan, namun saat ini masih dalam tahap penyelidikan dan pendalaman oleh Sat Reskrim,” katanya.

Imbauan Polisi

Kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan transaksi jual beli secara cash on delivery (COD), menyusul kasus meninggalnya seorang pria 23 tahun di Desa Girimukti, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Minggu (22/2/2026) pagi.

Korban, Juanda (23), sebelumnya ditemukan meninggal dunia saat diduga hendak melakukan transaksi jual beli handphone. 

Kasus tersebut kini masih dalam penyelidikan Sat Reskrim Polres Sumedang dengan dugaan awal mengarah pada tindak pidana pencurian dengan kekerasan.

Menanggapi peristiwa tersebut, Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika, mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan menentukan lokasi transaksi, terutama jika melibatkan barang bernilai tinggi.

“Kami mengingatkan masyarakat agar memilih lokasi yang aman dan terbuka saat melakukan transaksi, serta tidak ragu melaporkan kepada kepolisian apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan,” katanya. 

Imbauan ini ditekankan sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Polisi menyarankan transaksi dilakukan di tempat ramai, di daerah yang mungkin terekam kamera pengawas (CCTV), atau di lokasi yang mudah dijangkau aparat keamanan.

Patroli rutin dan penguatan pengawasan di titik-titik rawan akan terus dilakukan. Kepolisian juga meminta partisipasi aktif warga untuk segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan, sebagai bagian dari upaya bersama menjaga keamanan wilayah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.