13 Hari Setelah Tangkap Wanita Muda, Kasat Narkoba Toraja Utara Terseret Dugaan Kasus Sabu
Ansar February 22, 2026 09:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM – Penanganan kasus narkoba di wilayah Toraja mendadak menjadi sorotan.

Sosok sebelumnya berada di garis depan pemberantasan narkotika, kini justru terseret dalam pusaran kasus yang sama.

Kasat Narkoba Polres Toraja Utara, AKP Arifan Efendi, dikabarkan terlibat dalam dugaan peredaran narkoba di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Ia disebut diamankan bersama seorang personel berinisial N yang menjabat sebagai Kepala Unit (Kanit).

Informasi ini mencuat tak lama setelah pengungkapan kasus narkoba Polres Tana Toraja yang lebih dulu menangkap seorang pria berinisial ET alias O.

Dari tangan ET, polisi menyita sabu seberat 100 gram.

Dugaan tersebut menyebut setoran rutin sebesar Rp13 juta per minggu yang disebut telah berlangsung sejak September 2025.

Nama AKP Arifan Efendi pun mencuat dalam pusaran informasi tersebut.

Kapolres Toraja Utara, AKBP Stephanus Luckyto, saat dikonfirmasi meminta agar klarifikasi lebih lanjut diarahkan ke Polda Sulawesi Selatan.

“Silakan koordinasikan ke Kapolda,” ujarnya singkat, Minggu (22/2/2026).

Meski demikian, ia menegaskan komitmen institusinya dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Toraja Utara.

Perkembangan kasus masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak kepolisian daerah.

13 Hari Lalu Tangkap Nakes

Kasus ini menjadi semakin kontras jika menilik peristiwa dua pekan sebelumnya.

Pada Minggu (8/2/2026), Satuan Reserse Narkoba Polres Toraja Utara dipimpin langsung AKP Arifan Efendi mengamankan seorang wanita  berinisial VA (31), oknum tenaga kesehatan di Toraja Utara.

VA ditangkap setelah dilaporkan masyarakat karena aktivitasnya yang mencurigakan.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya mencegat VA saat ia pulang ke rumah usai bertugas.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan tiga saset kecil plastik klip kuning berisi kristal bening yang diduga sabu.

Sabu itu dikemas dalam potongan pipet berwarna kuning.

Di dalam tas pelaku, polisi juga menemukan dua saset plastik klip bening berukuran sedang dan kecil, serta alat hisap (bong).

Saat itu, AKP Arifan Efendi membenarkan penangkapan tersebut.

Ia menegaskan pihaknya tidak memberi ruang sedikit pun bagi pelaku penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya.

VA bersama barang bukti kemudian diamankan di Mapolres Toraja Utara untuk menjalani proses penyidikan.

Termasuk tes urine dan uji laboratorium terhadap barang bukti.

Kini, hanya berselang sekitar 15 hari sejak penangkapan VA, nama AKP Arifan Efendi justru muncul dalam dugaan kasus yang sama.

Publik pun menanti kejelasan dan transparansi penanganan perkara ini.

Di tengah komitmen pemberantasan narkoba yang kerap digaungkan, kasus ini menjadi ujian integritas bagi institusi penegak hukum di Toraja.

Penjelasan Polda Sulsel

Kepala Seksi Propam Polda Sulsel, Kombes Zulham Efendi, membenarkan kabar tersebut, Minggu sore (22/2/26).

"Benar, kita (Polda Sulsel) sudah melakukan Penempatan Khusus (Patsus) pemeriksaan awal,” kata dia saat dihubungi wartawan.

Masyarakat diminta bersabar menunggu hasil pemeriksaan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.