Situasi Terkini Pasca Kawanan Gajah Masuk Mess HTI di Minas, Kapolres Siak Imbau Tetap Waspada
Muhammad Ridho February 22, 2026 09:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Situasi di area mess karyawan sebuah perusahaan hutan tanaman industri (HTI) di Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, berangsur normal pasca masuknya kawanan gajah Sumatera pada Minggu (22/2/2026) pagi.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Irsyam Siregar memastikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, baik dari pihak manusia maupun satwa liar yang dilindungi itu.

“Untuk saat ini situasi sudah berangsur normal kembali. Tidak ada korban, Alhamdulillah. Baik manusia maupun gajah,” ujar Sepuh.

Dari hasil pengecekan di lokasi, kawanan Gajah Sumatera tersebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas mess karyawan. 

Beberapa dinding bangunan jebol dan sejumlah sepeda motor rusak diduga terinjak saat kawanan gajah melintas di area tersebut.

“Mess-nya dijebol dan sepeda motor mungkin terinjak-injak. Setelah kawanan gajah meninggalkan lokasi, didapati mess yang dindingnya sudah jebol dan juga sepeda motor yang rusak,” ungkapnya.

Baca juga: Kronologi Kawanan Gajah Masuk Mess Karyawan HTI di Siak, Anaknya Terperosok Masuk Septic Tank

Baca juga: Dinding Mess Karyawan Perusahaan HTI di Minas Jebol dan Motor Rusak Diterjang Kawanan Gajah

Dalam insiden itu, seekor anak gajah sempat terperosok ke dalam septic tank di lingkungan mess. Beruntung, proses evakuasi berjalan lancar dan satwa tersebut berhasil diselamatkan.

“Gajah tadi yang masih anakan itu terjerembap ke dalam septic tank, berhasil dievakuasi dengan selamat,” jelas Sepuh.

Setelah dievakuasi, anak gajah tersebut kembali bergabung dengan induk dan kelompoknya yang kemudian bergerak menjauh dari kawasan permukiman karyawan.

Kapolres menegaskan bahwa gajah Sumatera merupakan satwa dilindungi dan menjadi kebanggaan Pulau Sumatera serta Indonesia. 

Karena itu, ia mengingatkan agar tidak ada tindakan yang kontraproduktif terhadap upaya pelestarian satwa tersebut.

“Kita sudah mengetahui dan memahami bahwa gajah Sumatera merupakan satwa yang dilindungi yang menjadi kebanggaan kita di Pulau Sumatera dan Indonesia. Tentu kita tidak boleh melakukan tindakan-tindakan yang kontraproduktif dengan semangat pelestariannya,” tegasnya.

Ia menyebutkan, pihak kepolisian bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, perusahaan, serta para pemangku kepentingan telah melakukan rapat koordinasi guna membahas langkah-langkah antisipasi ke depan.

Menurutnya, penanganan konflik satwa liar harus mengedepankan langkah preventif dan humanis agar tidak terjadi benturan antara manusia dan satwa.

“Kita perlu mengedepankan langkah-langkah preventif dan humanis dalam menangani satwa liar yang dilindungi. Upaya tersebut untuk mencegah dan menghindarkan adanya konflik antara satwa liar dengan masyarakat. Kita harus dapat menjamin selain keselamatan jiwa manusia, juga keselamatan satwa liar yang dilindungi ini,” urainya.

Kapolres juga mengimbau para karyawan dan masyarakat di sekitar lokasi agar tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan apabila kembali mendapati kawanan gajah.

“Kami telah mengimbau kepada masyarakat dan juga karyawan yang ada di lokasi untuk dapat menjaga kondisi kondusif dan tetap berusaha tenang apabila mendapati hal-hal demikian (kemunculan gajah, red). Jangan melakukan tindakan yang justru dapat memprovokasi sehingga gajah dapat mengamuk,” pesannya.

Selain itu, pihak perusahaan diminta membangun sistem peringatan dini (early warning system) yang sistematis guna meminimalisir potensi risiko.

“Kepada pihak perusahaan, kami sampaikan untuk dapat menciptakan sistem early warning yang baik dan sistematis supaya dapat mencegah jatuhnya korban yang tidak kita inginkan, baik dari masyarakat maupun gajah,” tutupnya.

(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.