TRIBUNNEWS.COM - Kejadian mengejutkan terjadi dalam lanjutan pertandingan Super League pekan ke-22 antara Persijap Jepara vs Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, pada Sabtu (21/2/2026) malam WIB.
Bek sayap kanan Persijap, Rahmat Hidayat, sempat mengalami kolaps di lapangan pada menit ke-63.
Atas insiden tersebut wasit sempat menghentikan pertandingan dan ambulans masuk ke dalam lapangan untuk mengevakuasi Rahmat Hidayat ke rumah sakit.
Awal mula kejadian yakni saat Rahmat Hidayat sedang sedang menggiring bola ketika tiba-tiba kehilangan kesadaran (black out) dan ambruk di lapangan.
Kemudian tim medis langsung memberikan pertolongan pertama di lapangan, termasuk pemeriksaan darurat.
Karena kondisinya tidak kunjung membaik, ambulans dipanggil masuk ke lapangan.
Rahmat segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut.
Di rumah sakit, dilakukan evaluasi menyeluruh seperti pemeriksaan jantung, saturasi oksigen, dan tes kesehatan lainnya.
Saturasi oksigen menunjukkan perbaikan signifikan setelah perawatan.
Berdasarkan diagnosis resmi dari dokter tim Persijap, dr. Ary Setiawan, Rahmat Hidayat mengalami hipoglikemia (kadar gula darah rendah), dan hipokalemia (kadar kalium rendah).
Sehingga hal itu yang membuat Rahmat Hidayat mengalami penurunan kesadaran.
Kini dokter Persijap tersebut memberikan kondisi terbaru dari Rahmat Hidayat.
Dikabarkan, Rahmat sudah jauh lebih baik. Ia telah pulang dari rumah sakit dan kembali ke mess (asrama) Persijap Jepara, pada Minggu (22/2/2026) pada pukul 03.00 WIB.
Meski demikian, ia masih berada dalam pantauan dokter tim untuk evaluasi 24 jam ke depan guna mengantisipasi kemungkinan kondisi yang lebih parah.
Baca juga: Zona Degradasi Liga 1 Memanas: Kejutan Persijap & Semen Padang, Tembok Ratapan Persis Berlanjut
"Kondisinya sudah pulang dari rumah sakit, sebelum sahur sekitar jam 3-an," ujar Ary Setiawan, dikutip dari Tribun Jateng.
"Masih dalam pantauan dokter, tapi kondisinya sudah jauh lebih baik dan sudah kembali ke Mess."
"Kita evaluasi, kita cek jantungnya, saturasi oksigen sudah ada perbaikan dari rumah sakit. Kita evaluasi 24 jam untuk mengantisipasi kasus atau kondisi yang lebih parah."
"Diagnosa Rahmat terkena Hipoglikemia dan Hipokalemia," ujar dokter Persijap tersebut.
Kabar ini menjadi angin segar bagi suporter Persijap Jepara, terutama setelah kemenangan mengejutkan 3-1 atas Persebaya.
Rahmat Hidayat, pemain berusia 23 tahun yang menjadi andalan di lini belakang dengan 20 penampilan musim ini, diharapkan segera pulih sepenuhnya dan kembali berlatih setelah masa observasi selesai.
Di sisi lain, kemenangan Persijap atas Persebaya itu membuka peluang Laskar Kalinyamat untuk keluar dari zona degradasi.
Kini Persijap berada di peringkat ke-16 dengan memiliki 18 poin. Angkat tersebut sama seperti milik PSBS Biak yang berada di urutan ke-15 (zona aman).
Jika Persijap terus konsisten di sisa pertandingan putaran kedua, bukan tidak mungkin, bakal selamat dari ancaman degradasi Super League di akhir musim.
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama) (TribunJateng.com/Raf)