Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 175-176 Kurikulum Merdeka: Teks Diskusi
Novaldi Hibaturrahman February 22, 2026 09:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM - Pada halaman 175-176 buku bahasa Indonesia kelas 10 kurikulum merdeka, siswa diminta menyelesaikan 7 soal secara tepat.

Soal-soal tersebut bersumber dari teks bacaan dan halaman sebelumnya.

Selengkapnya, berikut jawaban soal bahasa Indonesia kelas 10 halaman 175 kurikulum merdeka.

Setelah membaca dengan saksama teks di atas, bentuklah kelompok yang terdiri atas 4-5 siswa. Kemudian, lakukan diskusi untuk menjawab beberapa pertanyaan di bawah ini!

1. Teks di atas termasuk dalam jenis teks apa? Jelaskan alasannya

JAWABAN: Berdasarkan struktur dan isinya, teks tersebut termasuk ke dalam jenis teks diskusi. Alasannya, karena isinya membahas suatu persoalan yang menjadi perdebatan atau mengundang pro/kontradi masyarakat dan diakhiri oleh penutup atau simpulan.

2. Apa yang menjadi pokok persoalan yang dibahas dalam teks tersebut? Jelaskan!

JAWABAN: Munculnya jenis puisi baru, yaitu puisi esai. Alasannya karena puisi esai dianggap memiliki konsep yang menyalahi dalam ranah puisi Indonesia

3. Mengapa hal tersebut menjadi polemik atau kontroversi di lingkungan masyarakat? Jelaskan!

JAWABAN: Karena penyebutan puisi esai dianggap tidak lazim dan tidak dikenal sebelumnya. Selain itu, puisi pada dasarnya identik dengan tulisan fiksi dan bersifat imajinatif. Hal ini berbeda dengan esai yang merupakan teks yang bersifat faktual dan realistis sehingga keduanya tidak bisa gabungkan

4. Jelaskan alasan-alasan mengapa beberapa pihak bersikap mendukung/pro dalam teks tersebut!

JAWABAN: Alasan yang diungkapkan ialah bahwa perpuisian Indonesia saat ini mirip dengan kondisi Amerika Serikat sekitar tahun 2006. Pada saat itu, puisi makin sulit dipahami dan seakan berada di wilayah yang lain. Penulisannya mengalami kebuntuan dan tidak mengalami perubahan berarti selama puluhan tahun. Munculnya puisi esai dianggap sebagai upaya menjadikan puisi dekat dan dapat mudah dipahami masyarakat umum. Hal ini terutama ditunjukan dengan kehadiran catatan kaki yang merupakan upaya menjelaskan dan mengaitkan isi puisi dengan konteks sosial di luar puisi.

5. Jelaskan alasan-alasan mengapa beberapa pihak bersikap menentang/kontra dalam teks tersebut!

JAWABAN: Adapun, pihak yang menentang berargumen bahwa puisi pada dasarnya identik dengan tulisan fiksi dan bersifat imajinatif. Hal ini berbedadengan esai yang merupakan teks yang bersifat faktual dan realistis sehingga keduanya tidak bisa gabungkan. Selain itu, terkait klaim beberapa pihak sebagai pencipta pertama jenis puisi esai yang beredar dianggap menyesatkan. Hal ini karena puisi semacam itu bukanlah hal yang baru sebab sebenarnya telah ada sejak masa Alexander Pope, penyair Inggris abad ke 18. Beberapa penyair Indonesia juga pernah menulis puisi dengan tema sosial berbentuk transparan dan memiliki catatan kaki sejenis puisi esai. Beberapa pihak juga menyoroti masifnya gerakan puisi esai karena adanya pihak tertentu yang menjadi sponsor dan mendanai dengan maksud dan tujuan tertentu seperti popularitas dan elektabilitas.

6. Tulislah ide pokok masing-masing paragraf dalam teks tersebut!

JAWABAN: Ide Pokok
a. Kemunculan puisi esai sebagai puisi jenis baru
b. Pendukung beranggapan bahwa perpuisian Indonesia saat ini mirip dengan kondisi Amerika Serikat sekitar tahun 2006
c. Pendukung bahkan tergerak untuk memunculkan angkatan baru puisi esai selain angkatan yang sudah ada sebelumnya
d. Penentang berargumen puisi pada dasarnya tulisan fiksi dan imajinatif berbeda dengan esai yang bersifat faktual dan realistis.
e. Pro kontra kemunculan puisi esai saat ini memang tak terhindarkan.

7. Susunlah ringkasan berdasarkan isi teks di atas dengan kata-kata sendiri

JAWABAN: Beberapa tahun lalu muncul puisi esai sebagai puisi jenis baru yang mengundang pro dan kontra. Para pendukung yang pro beranggapanbahwa perpuisian Indonesia saat ini mirip dengan kondisi Amerika Serikat sekitar tahun 2006. Mereka bahkan tergerak untuk memunculkan angkatan baru puisi esai selain angkatan yang sudah ada sebelumnya. Adapun Para penentang berargumen puisi pada dasarnya tulisan fiksi dan imajinatif berbeda dengan esai yang bersifat faktualdan realistis. Pro kontra kemunculan puisi esai saat ini memang tak terhindarkan.

Baca juga: Jawaban Soal Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 169 Kurikulum Merdeka: Teks Negosiasi

Baca juga: Jawaban Soal Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 165 Kurikulum Merdeka: Telaah Majas

Baca juga: Kunci Jawaban Informatika Kelas 10 Halaman 146 Kurikulum Merdeka: Aktivitas AP-K10-02-U

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.