Program Rp 5 Juta per RW per Bulan di Surabaya untuk Dorong Lahirnya Pengusaha Muda
Dyan Rekohadi February 22, 2026 09:32 PM

 


SURYA.CO.ID, SURABAYA  - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengalokasikan bantuan sebesar Rp 5 juta per bulan untuk setiap RW di Kota Surabaya.

Bantuan ini difokuskan pada pemberdayaan generasi muda atau Gen Z dan tidak sekadar untuk kegiatan internal.

Wali Kota mengarahkan agar anggaran tersebut mampu melahirkan ruang kreativitas bagi anak muda.

Dengan begitu, dari program tersebut diharapkan tumbuh wirausaha baru hingga workshop pengembangan keterampilan.

Baca juga: Eri Cahyadi Ajak Kepala Dinas Blusukan, RW 9 Lemah Putro Percontohan Kampung Pancasila di Surabaya 

 

Pencairan Rp 5 Juta Secara Fleksibel

Eri Cahyadi yang mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota Bappeko (Surabaya) ini menegaskan, program ini berbasis pada peran aktif RW. 

Bahkan, ia menyebut jika program di tingkat RW berjalan optimal, maka keberhasilan itu menjadi milik warga dan pengurus kampung.

“Maka ketika ditanya siapa wali kotanya, bukan Eri Cahyadi, tapi ketua RW-nya, Ketua Karang Taruna-nya. Berarti yang bekerja Pak RW dan warganya,” ujarnya.


Ia menjelaskan, dana Rp 5 juta per bulan per RW tersebut bisa dicairkan secara fleksibel, baik sekaligus maupun bertahap.

Hal ini sesuai kebutuhan dan proposal yang diajukan anak-anak muda di wilayah itu.

"Rp 5 juta per bulan boleh diambil per termin. Atau kalau butuhnya sebagian dulu, ya boleh. Tergantung proposalnya anak-anak,” kata bapak dua anak ini. 

Menurutnya, skema ini dirancang agar pemuda berani memulai usaha.

Ia mencontohkan ide usaha sablon dan merchandise yang dikembangkan anak-anak di RW 9 Lemah Putro, Kelurahan Embong Kaliasin.

Baca juga: 45 Ribu PBI BPJS Kesehatan di Surabaya Nonaktif, Eri Cahyadi Minta Warga Kaya Bayar Iuran Mandiri

 

Dibantu Akses ke Hotel dan Restoran

Namun, ia mengingatkan setiap usaha harus memiliki kejelasan pasar dan segmentasi.

"Kalau mau bikin sablon atau merchandise, pasarnya siapa? Harus tahu. Jangan sampai cuma bikin, tapi enggak tahu mau dijual ke mana,” tegasnya.

Selain produk kerajinan, ia juga mendorong anak muda memanfaatkan dana tersebut sebagai modal usaha berbasis potensi wilayah. 

Misalnya, RW yang berada di kawasan Surabaya Pusat dan dekat dengan fasilitas akomodasi dapat menjalin kerja sama dengan hotel, restoran, hingga kafe (horeka) untuk pengadaan kebutuhan konsumsi seperti air mineral dan telur.

Menurutnya, anak muda dapat mengakses pelaku usaha terdekat untuk memasarkan produk mereka.

"Kalau bingung mengakses hotel atau restoran, nanti bisa meminta pendampingan lurah hingga camat,” tandas Wali Kota dua periode ini. 

Baca juga: Pemotor Lansia Tewas Kecelakaan Tunggal di Jalan Donowati Surabaya

 

Bukan untuk Seremonial Semata


Karena itu, Cak Eri meminta setiap pengajuan proposal dilengkapi dengan target output dan outcome yang jelas.

"Saya akan tanya, output dan outcome-nya apa? Jangan sampai kelihatan lomba saja, habis itu mati. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tapi pemberdayaan pemuda,” ujarnya.

Ia menekankan, bantuan Rp 5 juta per bulan tersebut bukan untuk kegiatan rutin atau lomba sesaat, melainkan benar-benar untuk pemberdayaan Gen Z agar tumbuh menjadi pelaku usaha mandiri. 

Program ini diharapkan melahirkan ruang-ruang kreatif di tingkat kampung, seperti workshop keterampilan, produksi merchandise, hingga usaha berbasis potensi lokal.

“Rp 5 juta itu adalah pemberdayaan untuk Gen Z. Saya ingin anak-anak muda mulai berpikir bagaimana membangun usaha. RW dan pemerintah kota akan mendampingi,” katanya. (bob)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.