Ibu Tiri di Sukabumi Bantah Siram Anaknya dengan Air Mendidih hingga Tewass: Saya Tidak Sekejam Itu
Feryanto Hadi February 22, 2026 09:35 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, SUKABUMI- Kematian NS (12), bocah asal Sukabumi meninggalkan duka mendalam

NS meninggal dunia di RSUD Jampangkulon pada Kamis (19/2/2026) sore diduga karena mengalami luka di bagian dalam tubuhnya akibat meminum air mendidih

Tubuhnya, dikabarkan sampai melepuh.

Sosok ibu tiri berinisial TR (46) mencuat usai kematian NS

Perempuan itu diduga melakukan kekerasan hingga menyebabkan meninggalnya NS

NS diduga meninggal akibat dipaksa meminum air mendidih hingga tubuhnya melepuh. 

 Sebelum wafat, bocah malang ini dikabarkan sempat memberi kesaksian kepada petugas medis bahwa dirinya disiksa oleh ibu tirinya.

Namun, TR muncul dengan bantahan keras pada Sabtu (21/2/2026), mengaku tak pernah melakukan penganiayaan terhadap anak tirinya itu.

"Terkait penyiraman itu tidak benar dan tidak ada. Kalaupun ada kulit yang melepuh, itu faktor dari panas dalam," ujar TR membela diri.

"Tidak ada yang namanya penyiraman air panas ataupun minum air panas, tidak pernah ada. Saya tidak kejam seperti yang dituduhkan netizen," sambugnya.

 Ia mengklaim bahwa luka-luka di tubuh NS adalah dampak dari penyakit kronis yang sudah lama diderita korban.

 "Anak meninggal karena sakit kanker darah leukemia dan autoimun. Jadi kulit melepuh itu karena faktor panas dalam," bebernya.

Baca juga: Ibu Tiri Menganiaya Anaknya hingga Tewas Dijerat Pasal Berlapis dan Diancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Beda Jauh dengan Hasil Autopsi

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Setukpa Polri, Kombes Pol dr Carles Siagian, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan autopsi atas permintaan Polres Kabupaten Sukabumi.

Hasil pemeriksaan tim dokter forensik justru menemukan fakta yang kontras dengan klaim penyakit korban.

“Memang hasil sementara yang bisa saya sampaikan terdapat luka bakar di sekujur tubuh korban. Ekstremitas di lengan, di paha, di perut. Kemudian ada luka tumpul juga di bagian bibir dan hidung pasien,” ungkap dr. Carles, Sabtu (21/2/2026).

Meski ditemukan banyak luka, tim dokter belum bisa memastikan apakah luka tersebut yang menjadi penyebab utama kematian NS.

dr. Carles menyebut luka-luka luar itu tidak bersifat mematikan, namun ada kecurigaan pada kondisi organ dalam korban.

“Mengenai penyebab memang kami belum bisa tentukan karena luka-luka tersebut yang kami sebutkan memang tidak menyebabkan kematian," jelasnya.

"Tapi kami melakukan pemeriksaan mendalam mengambil beberapa sampel dari organ-organ dalam dan mengirimkannya dan kami sedang menunggu hasil dari Jakarta,” ucapnya lagi.

dr. Carles mencatat bahwa secara fisik, Nizam tampak seperti anak yang terurus dengan baik.

“Sekedar informasi, anak ini dalam kondisi fisik yang cukup baik artinya terawat, tidak kurus, rambut baik terawat. Tetapi ada luka-luka di sekujur tubuhnya,” imbuh Carles.

Kini, tim medis tengah meneliti apakah keanehan pada organ dalam tersebut murni karena penyakit atau dampak penganiayaan.

“Dari organ-organ dalam memang ada kecurigaan, tetapi kami belum bisa menentukan apakah ini karena sebuah penganiayaan," katanya.

"Ada beberapa kondisi juga yang menyebabkan organ dalam mengalami perubahan, salah satunya adalah penyakit,” sambungnya.

Sosok ibu tiri

Anwar Satibi alias Awang (38) mengungkap sosok istrinya TR (46) seorang ibu tiri yang heboh diduga menyiksa anaknya NS (12) hingga tewas di Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi.

Anwar menjelaskan bahwa sebelumnya TR dipilih untuk dinikahi bukan karena fisik, tapi karena latar belakang pendidikan.

"Yang membuat saya percaya istri saya orang berpendidikan gitu, dia sarjana, terus pegawai," kata Anwar dikutip dari Youtube TV One, Minggu (22/2/2026)

Bahkan kata dia, dia bisa saja saat akan menikah dulu, dia memilih calon istri yang lebih muda dan cantik.

Namun karena dia memikirkan anaknya, Anwar memilih menikahi TR meski usianya lebih tua.

"Dulu yang mau sama saya itu ada tiga orang cewek muda-muda, cantik," kata Anwar.

"Yang lebih tua yang saya nikahin. Karena apa?, saya memprioritaskan pendidikan anak saya. Gak tahu bakal seperti ini, ya Allah," imbuhnya.

Saat korban NS masih duduk di bangku SD, kata Anwar, anaknya itu memang sudah pernah mengadu.

Sebab NS sering dikunci di dalam rumah tidak boleh main keluar rumah.

Namun saat itu, Anwar percaya kepada cara mendidik TR sang ibu tiri korban tersebut.

"Memang tipikal istri saya itu dia selalu anak saya tuh enggak boleh main. Malah anak saya tuh sering dikunci ya dengan alasan biar disiplin," kata Anwar.

"Jadi dia ngomong ke saya, saya suka ngomong, 'Mah, kenapa harus dikunci di rumah?'. 'Biar disiplin belajar,' katanya gitu. Jadi alasannya ini masuk akal, masuk logika saya," katanya.

Korban di saat yang sama juga suka mengadu ke Anwar soal perbuatan ibu tirinya.

Namun karena dia percaya kepala istrinya itu, Anwar tidak berpikiran negatif.

"Dulu setahun yang lalu waktu (NS) masih di SD sebetulnya sering ngadu ke saya. Sering ngadu cuman saya positif-positif aja gitu," katanya.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.